Jumat, 13 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Pardi, Perantau asal Jateng Puluhan Tahun Jualan Es Krim di Gorontalo

Cerita Pardi, Perantau asal Jateng Puluhan Tahun Jualan Es Krim di Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Pardi, Perantau asal Jateng Puluhan Tahun Jualan Es Krim di Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/PRAILAKARAUWAN
Cerita Pardi, Perantau asal Jateng Puluhan Tahun Jualan Es Krim di Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Pardi, pria asal Jawa Tengah yang puluhan tahun merantau di Gorontalo

Pardi berjualan es krim di perantauan demi mencukupi kebutuhannya.

Sejak Pardi berumur remaja, dirinya sudah nekat merantau beda pulau hanya untuk menghidupi diri dan keluarganya di Pulau Jawa.

"Dari Jawa Tengah saya," ujarnya kepada TribunGorontalo.com. Senin (29/4/2024).

Keseharian Pardi ini jualan es krim dengan cara mengitari Kota Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango.

Tak jarang juga dia mengayuh sepedanya hingga ke Kabupaten Gorontalo untuk menafkahi keluarganya.

Padahal ia bertempat tinggal di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Kota Barat, kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Pardi memiliki satu orang istri dan empat anak. Istrinya berasal dari Jawa Tengah yang saat itu dia boyong ke Gorontalo untuk sama-sama menetap di Bumi Serambi Madinah ini.

"Istri saya orang Jawa Tengah juga," lanjutnya.

Namun istri Pardi sudah meninggal dunia

Pardi pun yang saat itu hanya bantu-bantu temannya di Gorontalo bernekat untuk bisa memiliki usaha sendiri.

Es krim yang dijualnya kini, dulunya harus melalui masa-masa yang sulit. Pardi yang tak biasa membuat adonan es krim pun belajar dari sanak saudaranya.

Awal berjualan pun, tidak banyak membeli es krim miliknya itu.

"Mungkin karena masih baru, ketutup sama penjyal es krim yang udah lama," imbuhnya.

Namun, Pardi tak patah semangat. Ia terus menjajakan es krimnya dengan mengayuh sepedanya.

Sehari, Pardi membawa sekira 2 kilogram es krim yang dirakit bersama sepedanya. Bayangkan bagaimana beratnya Pardi mengayuh.

"Sudah biasa, sudah jadi makanan sehari-hari ini mengayuh," ujarnya sambil tertawa.

Pardi pun menjajakan es krim buatannya dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

"Kalau ada yang mau beli harga Rp 10 ribu juga boleh," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved