Babe Cabita Meninggal
Soal Isu Mendiang Babe Cabita Minum Obat Timbulkan Anemia Aplastik, Sang Istri: Nggak, Nggak Pernah
Beredar isu mendiang Babe Cabita minum obat sakit kepala yang menimbulkan anemia plastik, Fati Indraloka sebagai istri tidak tinggal diam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Babe-Cabita-bersama-istri-Babe-diketahui-sakit-parah-ia-mengalami-anemia-aplastik.jpg)
Diterangkan oleh Fati, sakit yang diderita Babe tidak menyerang bagian kepala.
"Justru almarhum itu sakitnya bukan di kepala, nggak sakit kepala."
"Jadi ketika dia (kambuh) itu ya lemas aja, sesak (napas), karena emang kekurangan darah kan," terangnya.
Fati merasa rumor yang bereda soal obat tersebut hanya ingin memanfaatkan situasi.
"Aku makanya kesal juga, kok bisa mengeluarkan statement itu. Seperti kayak memanfaatkan, aku nggak tau," paparnya.
Fati berujar, dari pihak keluarga tidak pernah menyebutkan obat tertentu yang dikonsumsi Babe.
"Yang tau Babe sakit apa kan kita keluarganya, dan kita emang nggak pernah jelasin dia minum obat tertentu," ujar Fati.
Istri Ungkap Pesan Babe Cabita Semasa Hidup
Sebelumnya, Fati sempat cerita hal yang menguatkannya setelah 7 hari sang suami berpulang untuk selama -lamanya.
Fati mengungkapkan, dirinya masih merasakan duka kehilangan sama seperti saat hari pertama ditinggalkan.
"Kalau ditanya seperti apa? Ya pasti sama kayak hari pertama ditinggal kan, seminggu, 2 minggu, setahun kayaknya kalau luka kayak gini tuh, pasti akan terus membekaskan," beber Fati Indraloka, mengutip YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/4/2024).
Meskipun demikian, Fati mengaku selalu mengingat pesan almarhum Babe Cabita semasa hidup.
Fati mengungkapkan, Babe Cabita pernah berpesan untuk mempersiapkan kematian yang pasti dialami setiap orang, baik saat sehat maupun sakit.
"Jadi balik lagi, almarhum tuh selalu tanamin ya ke aku, kayak kematian itu pasti, enggak pun yang lagi sakit yang lagi sehat juga jadi kita harus ada bekal," kata Fati Indraloka.
Hal itulah yang nampaknya menjadi penguat Fati Indraloka setelah 7 hari meninggalnya mendiang Babe Cabita.