Kamis, 19 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Jalan Kawasan Danau Limboto Gorontalo Dipenuhi Lubang, Warga: Bahaya Sekali Kalau Tengah Malam

Jalan K.H Kadir di Kabupaten Gorontalo dipenuhi lubang-lubang. Jalan membentang sepanjang 4 kilometer itu kerap dilalui truk-truk kontainer.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Jalan Kawasan Danau Limboto Gorontalo Dipenuhi Lubang, Warga: Bahaya Sekali Kalau Tengah Malam
TribunGorontalo.com/Herjianto
Potret kondisi Jalan K.H Kadir di kawasan Danau Limboto Kabupaten Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jalan K.H Kadir di Kabupaten Gorontalo dipenuhi lubang-lubang.

Jalan membentang sepanjang 4 kilometer itu kerap dilalui truk-truk kontainer.

Kendaraan besar rata-rata berbelok dari Gapura perbatasan Kecamatan Limboto dan Kecamatan Telaga Biru.

Eks Jalan Reformasi ini menghubungkan menembus patung orang berdoa di Kelurahan Hunggaluwa.

Jalan ini juga melalui Desa Pentadio Barat Kecamatan Telaga Biru, dan empat kelurahan di Kecamatan Limboto yakni Kelurahan Hutuo, Dutulanaa, Hepuhulawa, hingga Kayubulan.

Pantauan TribunGorontalo.com, (Minggu, 28/4/2024), beberapa titik Jalan KH Kadir terdapat lubang lebarnya nyaris setengah badan jalan.

Akibatnya jalanan tersebut kerap digenangi air hujan.

Banner peringatan dari pemerintah dipatok di beberapa titik, isinya berupa imbauan untuk pengendara supaya mengurangi kecepatan kendaraan.

Papan peringatan terpasang di bahu jalan K.H Kadir
Papan peringatan terpasang di bahu jalan K.H Kadir (Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto)

"Bahaya sekali kalau tengah malam, apalagi di sini juga lampunya tidak semua menyala," ujar warga yang bekerja sebagai petani di kawasan Danau Limboto tersebut.

Menurutnya selain tidak diperbaiki, rusaknya jalan makin diperparah dengan truk-truk dan kontainer yang sering melintas.

"Oto-oto (mobil) besar juga kan setiap hari lewat sini, pasti pengaruh juga di jalan," ungkapnya.

Beberapa ruas terlihat sudah di perbaiki, namun tidak sedikit yang makin parah.

Seperti yang terpantau di area lapak jualan ikan di Danau Limboto.

Jalan K.H Saleh Kadir menjadi salah satu alternatif yang jalan utama ketika ada rekayasa lalu lintas dari kepolisian.

Tak hanya masalah jalan, masalah sampah juga sering digaungkan oleh masyarakat setempat.

Mereka mengeluhkan bau tak sedap dari tumpukan sampah di beberapa titik.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: Klik DISINI

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved