Jalan Ringroad Gorontalo
Tanggapan Sosiolog Momy Hunowu Soroti Soal Pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo
Sosiolog Gorontalo soroti pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo atau Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosiolog-IAIN-Gorontalo-Momy-Hunowu-fff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sosiolog Gorontalo soroti pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo atau Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
Diketahui, Jalan Ring Road Gorontalo dibangun untuk menghubungkan Bandara Djalaluddin Gorontalo hingga Pelabuhan Gorontalo sepanjang 46,2 km. Jalan ini melintasi Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango.
Dikutip dari djpb.kemenkeu.go.id, Pembangunan fisik GORR ini menggunakan dana APBN sebesar Rp 951,84 miliar, yang dilakukan pembangunan dari tahun 2014 terbagi ke dalam tiga segmen. Artinya jalan ini sudah 10 tahun tapi belum rampung.
Saat ini masih tersisa segmen tiga sepanjang 15,2 kilometer dari Tapa sampai Pelabuhan Gorontalo. Segmen ini awalnya diperkirakan selesai pada 2022 tapi molor karena terkendala pembebelasan lahan yang harus dilakukan pemda.
Sosiolog IAIN Gorontalo Momy Hunowu mengatakan mandeknya pengerjaan jalan ringroad akan berdampak ke permasalahan sosial kompleks pada dimensi yang saling terkait.
Maksud dari gejala sosial kompleks adalah suatu gejala sosial dipengaruhi banyak faktor seperfi kondisi geografis, ekonomi, sosial, budaya, psikologis, politik dan bahkan agama.
Pembangunan jalan GORR yang terhenti ini tidak hanya akan berdampak pada masalah ekonomi, namun seluruh aspek yang saling berkaitan.
Kata Momy, pengerjaan pembangunan jalan GORR yang sempat terhenti ini diduga adanya indikasi dari konflik antar pemangku kepentingan.
"Misalanya pemerintah, kontraktor dan masyarakat lokal," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (27/4/2024).
Momy menduga adanya pertarungan antara pemangku kepentingan yang satu dengan yang lain yang sehingga berakibat kepada terhentinya pembangunan ini dari segi sumber daya.
Kata Momy, adaya eksistensi dari komunitas lokal juga yang merasa bahwa dengan proyek ini bisa merugikan mereka dan pastinya mengabaikan hak-hak mereka apalagi bersangkutan dengan lahan.
"Misalnya yang dijanjikan segini, tapi pada saat eksekusi yang diterima hanya segini, adapula masyarakat lokal yang bertahan, tidak mau menyerahkan," lanjutnya.
Momy juga menilai kemandekan dari proyek jalan GORR ini disebabkan oleh tidak berjalan dengan bagus sistem good governence yang ada di pemerintahan Gorontalo saat ini.
"Mungkin adanya manajemen yang buruk pada sistem pemerintahan saat ini, seperti korupsi. Itu juga bisa buat proyek terhenti," imbuhnya.
Momy pun berharappemerintah Gorontalo bersama pihak terkait bisa segera menyelesaikan proyek tersebut dengan cepat.
"Ini menjadi prestasi yang buruk bagi pemerintahan," tutupnya
Anggaran Pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo Segmen 3 Rp 740 Miliar
Jalan Ringroad Gorontalo atau Gorontalo Outer Ring Road (GORR) segmen tiga diproyeksikan akan menelan anggaran Rp 740 Miliar
"Kalau dilihat dari konstruksi yang ada, kegiatan segmen tiga ini akan membutuhkan dana sebesar Rp 730-740 miliar," ungkap Kepala Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo Ringgo Radetyo, Rabu (24/4/2024).
Jalan Gorontalo yang membentang dari Bandara Djalaluddin ke Pelabuhan Gorontalo itu diketahui tebagi dalam tiga segmen kegiatan.
Segmen satu dan dua dihitung dari Bandara Djalaluddin hingga ke Jalan Huduio, Desa Popodu, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Gorontalo.
Untuk kegiatan segmen tiga, dilanjutkan hingga ke Pelabuhan Gorontalo Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
"Berdasarkan desain, jaraknya kurang lebih sekitar 15-16 kilometer," imbuhnya.
Lebih lanjut Ringgo menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan semua persiapan sesuai tugas dan fungsi BPJN.
"Tugas kita yaitu, menyiapkan kelengkapan dan kriterianya berupa desain hingga perizinan," terangnnya.
Seluruh kelengkapan itu kata Ringgo telah selesai, termasuk didalamnya desain dan konstruksi.
Pihaknya saat ini masih menunggu hasil terkait pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Terhitung dua tahun, kami masih menunggu hasil dari pemerintah daerah mengenai pembebasan lahan,"tutupnya.
Sementara itu, Jalan Ringroad Gorontalo atau Gorontalo Outer Ring Road (GORR) Provinsi Gorontalo segmen satu akan rampung pada pertengahan 2024.
Jalan nasional itu diproyeksikan rampung pada pertengahan tahun 2024.
"Jika tidak ada kendala, semoga pertengahan tahun ini bisa selesai," kata Kepala Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo Ringgo Radetyo, Rabu (24/4/2024).
Ia pun menjelaskan, proyek yang sempat terhenti itu, kemudian dilanjutkan pada 2021 hingga kini.
Ujung pengerjaan jalan GORR berada di Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat. Proyek tersebut akan diselesaikan sampai di simpang empat Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Jarak kedua titik terpaut sekitar 3 kilometer.
"Selain ke Gorontalo Utara, jalan itu jugaan akan mempercepat akses ke Bandara Djalaluddin Gorontalo," timpalnya.
Ringgo menuturkan, lanjutan proyek tersebut menelan anggaran sekira hampir Rp 300 miliar.
"Tidak hanya jalan, termasuk didalamnya juga untuk pembangunan jembatan dan semi terowongan," rincinya.
Secara umum kata Ringgo, persentase pengerjaan sudah sampai 90 persen.
"Sejauh ini tidak ada masalah, pertengahan tahun sudah selesai," tutupnya. (*/Praila/Jian)
| Terowongan Jalan Ring Road GORR Ramai Dikunjungi Warga Gorontalo, Jadi Lokasi Wisata |
|
|---|
| Penjelasan Pemkab Bone Bolang Soal Kendala Pembebasan Lahan Jalan Ringroad Gorontalo |
|
|---|
| Kata Pengamat Ekonomi soal Jalan Ringroad Gorontalo |
|
|---|
| Jalan GORR Segera Rampung, Sopir Angkot dan Truk Gorontalo Senang |
|
|---|
| Aleg Erwinsyah Ismail Optimis Proyek Jalan GORR Dituntaskan Gubernur Gorontalo yang Baru |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.