Universitas Negeri Gorontalo

Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo Riset Penangkal Kanker dari Kulit Buah Matoa

Dhella Fazria Suharyo, mahasiswa angkatan 2017 ini meracik kulit buah buah matoa (Pometia pinnata) jadi obat tradisional antikanker. 

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- buah Matoa (Pometia pinnata) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Mahasiswa Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bikin terobosan di dunia medis. 

Dhella Fazria Suharyo, mahasiswa angkatan 2017 ini meracik kulit buah buah matoa (Pometia pinnata) jadi obat tradisional antikanker. 

Matoa yang hanya dikenal oleh masyarakat sebagai buah-buahan, ternyata dapat membantu pengobatan penyakit kanker.

Dalam penelitiannya, Dhella menuliskan dengan jelas racikannya. Ia merajang dan memotong kecil-kecil kulit buah matoa ini.

Baca juga: Skripsi Mahasiswa UNG Gorontalo: Semangka Dicampur Madu Bisa Jadi Pelembab Alami

Proses selanjutnya adalah mengeringkan kulit buah matoa yang sudah dicincang ini. Bedanya, proses pengeringan tidak menggunakan paparan sinar matahari, melainkan diangin-anginkan. 

Setelah dikeringkan, kulit ini lalu diblender hingga halus dan menghasilkan simplisia halus. Lalu di ekstraksi menggunakan 3 pelarut yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan masing-masing sebanyak 2 liter.

Ia melakukan penelitian ini selama 3 hari dengan menggunakan sampel kulit matoa sebanyak 420 gram.

Kulit buah matoa ini mengandung zat kimiawi yaitu flavonoid, Saponin, tanin, dan terpenoid. 

"Tanin yang terkandung dalam kulit buah matoa juga dapat dijadikan sebagai pengobatan dalam saluran cerna, yaitu dapat menyembuhkan luka terhadap kulit," tulis Dhella Fazria Suharyo dalam skripsinya. 

Baca juga: Mahasiswa UNG Sulap Rempah Kering jadi Kaligrafi Menawan

Dhella melakukan uji coba ini pada Larva Artemia salina Leach yang berumur 36-48 jam.

Adapun penelitian Dhella ini berjudul "Uji Toksisitas Ekstrak Kulit Buah Matoa Menggunakan Metode Bhrine Shrimp Lethality Test (BSLT)" yang terbit pada tahun 2022.

Senyawa flavonoid yang terkandung dalam kulit buah matoa bertindak sebagai racun perut (stomach poisoning) sehingga Larva Artemia salina akan menjadi kelaparan dan mati.

Mekanisme kerja alkaloid dalam membunuh larva Artemia Salina Leach yaitu dengan bertindak sebagai racun melalui mulut yang mengakibatkan larva gagal dalam memperoleh stimulus rasa sehingga tidak mampu mengenali makanan dan mengakibatkan larva mati kelaparan.

Dhella berharap penelitian ini bisa didukung oleh instansi kesehatan, agar dapat dilakukan penelitian dan identifikasi lebih lanjut mengenai senyawa-senyawa yang bersifat toksik yang terkandung dalam kulit buah Matoa, sehingga dapat dikembangkan menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT). (Magang/atika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved