Tuntutan Hidup Tinggi, Penjual Nike Gorontalo Nekat Buka Lapak di Hari Raya Idulfitri
Hampir semua toko tutup, termasuk penjual ikan di pasar dan pelelangan. Namun, berbeda dengan penjual Nike di Jalan R Atje Slamet.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari Raya Idul Fitri 1445 H membawa suasana berbeda di Kota Gorontalo.
Hampir semua toko tutup, termasuk penjual ikan di pasar dan pelelangan.
Namun, berbeda dengan penjual Nike di Jalan R Atje Slamet.
Dua penjual Nike tetap membuka lapak mereka di tengah suasana Hari Raya.
Baca juga: Ternyata Ini Pemicu Kisruh Open House di Istana Presiden
Lie N Napu, salah satu penjual, mengungkapkan bahwa tuntutan hidup menjadi alasannya tetap berjualan.
"Mau bagaimana lagi, kalau tidak berjualan mau makan apa?" tuturnya.
Meskipun berjualan, Lie tetap menyempatkan diri untuk bersilahturahmi dengan keluarga.
Ia mengaku waktunya terbatas karena Nike merupakan barang musiman.
Hal senada diungkapkan Jahidin Yusuf, penjual Nike di dekat Lie.
Baca juga: Gara-gara Masuk ke Septick Tank, 4 Pria Tewas, Begini Kronologinya
Ia memiliki stok Nike yang banyak dan harus segera dijual agar tidak menurun kualitasnya.
"Stok saya banyak, jadi harus cepat-cepat jual. Terlebih nike ini musiman," ungkapnya.
Yusuf dan Lie berasal dari Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, dan menempuh jarak jauh untuk berjualan di Gorontalo.
Di tengah Hari Raya, harga Nike turun dari Rp 50 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Lie dan Yusuf pun menyesuaikan harga takaran mereka, yaitu Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu.
Meskipun pembeli lebih sedikit di Hari Raya, Lie dan Yusuf tetap bersyukur.
Kualitas Nike yang segar menjadi daya tarik bagi pembeli yang datang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lie-N-Napu-Penjual-Nike-di-Jl-R-Atje-Slamet-Kota-Gorontalo-Rabu-1042024.jpg)