Perayaan Tumbilotohe
30 Lampu Senter Terangi Karang Laut Kawasan Wisata Hiu Paus Gorontalo saat Perayaan Tumbilotohe
30 lampu senter menerangi karang laut kawasan wisata hiu paus Gorontalo di momen perayaan Tumbilotohe 2024.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tumbilotohe-2024-ffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - 30 lampu senter menerangi karang laut kawasan wisata hiu paus Gorontalo saat momen perayaan Tumbilotohe 2024.
Puluhan lampu senter untuk menyemarakkan Tumbilotohe 2024 itu diinisiasi oleh Komunitas Wawahea dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo.
Dian Novian, anggota Komunitas Wawahea, bahwa perayaan tumbilotohe di bawah laut Gorontalo itu telah dijalankan sejak 2021 lalu.
Artinya, sudah empat kali Komunitas Wawahea dan Lanal Gorontalo menyemarakkan Tumbilotohe itu di bawah laut.
"Sebenarnya ini sudah berjalan empat kali, tahun ini kita buat dengan berbeda. Yaitu dengan menggunakan senter," ujar Dian melalui sambungan telepon, Senin (8/4/2024).
Tumbilotohe Under Water 2024 itu dimulai pada Minggu (7/4/2024) kemarin. Perayaan dimulai dengan pembagian takjil untuk berbuka puasa lebih dulu.
Kemudian, malamnya selepas salat maghrib, pihaknya baru menerangi karang laut kawasan wisata hiu paus tersebut.
Dian menjelaskan, bahwa tujuan dari pasang lampu di bawah laut itu untuk melestarikan tradisi Tumbilotohe Gorontalo dengan cara yang berbeda.
Bedanya, pada umumnya tradisi Tumbilotohe dinyalakan melalui media botol lampu bekas yang dipasang di bambu ataupun kayu.
"Itu bedanya. Kami melestarikan Tumbilotohe dengan cara lain, yaitu menyalakan lampu di bawah air laut," ungkapnya.
Sebelumnya, pemasangan lampu yang diinisiasi oleh komunitas tersebut menggunakan light stik. Namun, karena biaya yang cukup mahal, maka tahun ini hanya dengan menggunakan lampu senter.
Meski begitu, keindahan karang laut di kawasan wisata hiu paus Botubarani itu, dipastikan terlihat ciamik pada perayaan Tumbilotohe 2024.
Pihak komunitas pun berharap kepada pemerintah terkait, yaitu Dinas Pariwisata untuk lebih menyemarakkan Tumbilotohe bukan hanya di daratan saja. Melainkan, di bawah laut juga bisa.
Sebab, menurut Dian, Tumbilotohe Under Water mampu mempromosikan keindahan bawah laut dan bisa mengenalkan tradisi Tumbilotohe dengan cara yang berbeda.
"Harapan kami, mungkin nanti Dinas Pariwisata akan tergerak dan mencoba melestarikan Tumbilotohe bukan hanya di darat, tapi juga di bawah lautnya. Ini untuk menyampaikan informasi, bahwa laut Gorontalo sangat indah," tandasnya. (*)