Solusi Dirut Baru PDAM Kabupaten Gorontalo atas Krisis Air di Desa Bakti Pulubala
"Saya sudah lama juga di sini, sehingga masalah di Desa Bakti itu, saya tau," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (5/4/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dirut-PDAM-Kabupaten-Gorontalo-berupaya-tuntaskan-masalah-air-bersih.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo, Tomi Hendra Said berupaya mengatasi krisis air di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Tomi merupakan dirut baru yang belum lama menjabat sebagai Dirut Perumda Tirta Limutu, Kabupaten Gorontalo.
Ia merupakan pegawai yang sudah lama berada di lingkungan perusahaan air minum daerah tersebut.
"Saya sudah lama juga di sini, sehingga masalah di Desa Bakti itu, saya tau," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (5/4/2024).
Baca juga: 5 Titik Strategis Pos Pengamanan di Kota Gorontalo, Ini Daftarnya
Secara umum ia menyebut tiga solusi yang saat ini masih di upayakan.
"Solusi jangka panjang tetap masih sama, kita masih berharap adanya kucuran alokasi APBN untuk pembangunan Instalasi pengolahan air (IPA)," ujarnya.
IPA itu diproyeksikan berada di Desa Ayumolingo, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Selanjutnya adalah solusi jangka menengah. Tomi mengungkapkan jika ia telah mendapatkan izin dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), atas pemanfaatan sumur di dekat Korem 133 Nani Wartabone.
"Kita bisa manfaatkan, airnya 3 liter/detik," terang Tomi.
Baca juga: Stok Beras Aman Sampai Lebaran, Bulog Gorontalo Pastikan Pasokan Terjaga
Dengan begitu, sumber air yang di bagian Reksonegoro akan difokuskan ke arah barat Desa Bakti.
"Saat ini tinggal menandatangani berita acara pemanfaatan," kata Tomi.
Terakhir adalah solusi jangka pendek. Setelah menerima keluhan warga, setiap dua hari sekali ada mobil melayani masyarakat.
Mobil berkapasitas 8 ribu liter itu diharapkan mampu melayani masyarakat di Desa Bakti.
"Mereka di saat itu sekitar 11 kepala keluarga (KK) yang kita layanani rutin. Meski tidak berlangganan, tapi tetap kita usahakan rutin penyuplaian," tutupnya. (*)