Lebaran Gorontalo

Pantas Sunyi! Tradisi Pasar Senggol Gorontalo Tergeser Belanja Online

Meskipun banyak masyarakat tumpah ruah di area pusat pertokoan, mereka lebih memilih untuk membeli pakaian di toko-toko modern daripada di lapak-lapak

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Prailla Libriana
Pasar Senggol di pusat Kota Gorontalo, Sabtu (06/4/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tradisi Pasar Senggol yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat Gorontalo menjelang lebaran Idulfitri, kini mulai tergeser oleh tren belanja online.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi Pasar Senggol Kota Gorontalo, Sabtu (6/4/2024), menunjukkan suasana yang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Lapak-lapak yang buka pun terbilang sedikit.

Meskipun banyak masyarakat tumpah ruah di area pusat pertokoan, mereka lebih memilih untuk membeli pakaian di toko-toko modern daripada di lapak-lapak Pasar Senggol.

Salah satu pengunjung, Indah Suci Dwisyesha, mengaku lebih memilih berbelanja online melalui Shopee daripada di Pasar Senggol.

"Lebih pilih checkout (belanja online) sih, kalau beli di pasar senggol jadinya malas karena pasti banyak orang," ujarnya.

Indah sudah memesan pakaiannya sejak awal Ramadan agar paketnya sampai sebelum lebaran.

"Dari awal puasa saya sudah pesan, daripada berdesakkan, berdempetan mending pesan dari rumah," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Anastasya Ramadiana dan Shania Korin, yang memilih berbelanja online karena tidak suka keramaian.

Shania, yang pernah berbelanja di Pasar Senggol sebelum pandemi, mengaku kini jarang sekali membeli baju di sana.

"Mungkin dua tahun sekali baru aku pergi," ujarnya.

Pergeseran tren belanja ini menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat Gorontalo mulai berubah.

Platform online menjadi pilihan yang lebih menarik untuk berbelanja, terutama di era digital saat ini.

Semakin sedikitnya pembeli di Pasar Senggol tentu saja berdampak pada pendapatan para pedagang.

Salah satu pedagang, Neni, mengaku omzetnya turun drastis dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu masih ramai, tapi sekarang sepi sekali," keluhnya.

Neni berharap tradisi Pasar Senggol tetap dilestarikan dan pemerintah dapat membantu para pedagang untuk menarik minat pembeli.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved