Kamis, 12 Maret 2026

TribunViral

Wanita Ini Nyaris Tewas Gara-gara Filler Bibir, Seluruh Wajah Membengkak, Ternyata Ini Alasannya

Shaunna Harris, 24 tahun, dari Bridgend, Wales, menceritakan pengalaman mengerikannya tersebut di TikTok.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wanita Ini Nyaris Tewas Gara-gara Filler Bibir, Seluruh Wajah Membengkak, Ternyata Ini Alasannya
TikTok
Wanita alami pembengkakan wajah gara-gara filler bibir. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang wanita muda nyaris tak bisa dikenali setelah mengalami reaksi parah saat menjalani prosedur pembubaran filler bibir.

Reaksi tersebut menyebabkan wajahnya membengkak seperti balon.

Shaunna Harris, 24 tahun, dari Bridgend, Wales, menceritakan pengalaman mengerikannya tersebut di TikTok.

Shaunna awalnya menjalani prosedur filler bibir pertamanya saat berusia 18 tahun dengan dosis 0,5ml.

Ia kemudian menambah filler bibirnya menjadi 1ml saat berusia 22 tahun.

Namun, Shaunna memutuskan untuk menghilangkan filler bibirnya sebelum melakukan prosedur pengisian ulang.

"Saya pergi untuk menghilangkan filler bibir saya dan saya tidak merasa khawatir karena sebelumnya saya pernah melakukan prosedur ini dan semuanya baik-baik saja," ujar Shaunna.

Komplikasi terjadi ketika filler bibir Shaunna yang berjumlah 1ml tersebut ternyata telah "berpindah".

"Saat itu juga saya tahu ada yang tidak beres. Terapis kecantikan itu menyuntikkan cairan pembubar dan bibir saya langsung membengkak," kata Shaunna.

Shaunna mengatakan bahwa ia menanyakan kepada terapis kecantikannya apakah itu normal dan terapis tersebut mengatakan "ya, bibir orang cenderung bengkak" tetapi pembengkakan yang dialaminya terlihat tidak normal.

"Kemudian dalam lima menit berikutnya, kelopak mata saya dipenuhi gatal-gatal dan bengkak," lanjut Shaunna.

Lalu dalam waktu 10 menit, seluruh wajahnya bengkak hingga tidak bisa melihat.

Wajahnya benar-benar bengkak dan terapis kecantikan itu membawanya ke UGD menggunakan mobil.

"Saya tidak bisa dikenali," kata Shaunna.

Shaunna mengatakan bahwa saat berada di mobil menuju UGD, ia "kesulitan bernapas" dan mengira dirinya akan mati.

"Seluruh tubuh saya dipenuhi gatal-gatal. Rasanya seperti kulit saya terbakar," ujarnya.

"Begitu sampai di UGD, saya tidak bisa bernapas. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan mereka karena saya tidak bisa bernapas. Semua perawat khawatir."

"Setelah mereka memberi saya adrenalin, saluran udara saya terbuka dan pernapasan saya membaik," kata Shaunna.

"Tapi wajah saya tetap bengkak selama berhari-hari setelahnya. Saya benar-benar khawatir wajah saya tidak akan kembali normal. Saya tidak keluar rumah selama tiga hari."

Dokter mengatakan bahwa reaksi mengerikan yang dialami Shaunna setelah menjalani prosedur pembubaran filler bibir tersebut disebabkan oleh reaksi alergi terhadap hyaluronidase.

Hyaluronidase adalah enzim protein yang dapat larut dan sering digunakan oleh ahli kecantikan untuk memecah asam hialuronat yang terdapat dalam filler bibir.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved