Dugaan TPPO Jerman

Migrant Watch Sebut Polri Keliru Labeli Program Ferienjob Jerman sebagai TPPO

Direktur Eksekutif Migrant Watch Aznil Tan, Minggu (24/3/2024) menyayangkan Polri dengan enteng penyebut kasus tersebut sebagai TPPO. 

Editor: Wawan Akuba
freePIC
ILUSTRASI -- Tindak Pidana Pedagangan Orang (TPPO). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Polri dinilai keliru melabeli Program Ferienjob di Jerman sebagai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

Menurut Migrant Watch, pelabelan TPPO tidaklah tepat. Karena itu, Polri dinilai salah paham terhadap program tersebut. 

Direktur Eksekutif Migrant Watch Aznil Tan, Minggu (24/3/2024) menyayangkan Polri dengan enteng penyebut kasus tersebut sebagai TPPO

Pelabelan TPPO terhadap program magang mahasiswa Indonesia di Jerman itu menurutnya sadis dan keliru. 

“Apakah ini karena kepolisian tidak mengerti definisi TPPO atau bentuk kriminalisasi pada perguruan tinggi," kata Aznil Tan melalui laporan tertulisnya. 

Menurut Aznil, nasib yang dialami oleh 1.047 mahasiswa dalam program Ferienjob itu tak memenuhi syarat sebagai TPPO

Sebab,  TPPO pada dasarnya adalah kejahatan luar biasa. Merupakan kasus perampasan harkat dan martabat korban. 

Lalu jika TPPO, biasanya korbannya dalam kondisi kendali dan dieksploitasi. Bahkan, korban dalam kondisi teraniaya dan menderita psikis berat. 

Sementara Ferienjob adalah program resmi pemerintah Jerman. Ini dikhususkan untuk mahasiswa yang ingin bekerja sebagai buruh kasar. 

“Mengisi waktu libur kuliah dan mendapatkan uang saku tambahan," terang Aznil.

Karena itu, menurutnya kekeliruan Polri memahami Ferienjob ini sebagai TPPO justru menyebabkan pemutarbalikan fakta. 

Sebelumnya diketahui, ribuan mahasiswa terjebak kasus dugaan TPPO berkedok magang di Jerman.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) dinilai tidak mempunyai mekanisme pengawasan ketat terhadap program magang Kampus Merdeka.

“Adanya kasus dugaan TPPO dalam program Ferienjob di Jerman yang melibatkan mahasiswa Indonesia sangat memprihatinkan. Apalagi korbannya mencapai ribuan mahasiswa. Kami berharap Mas Menteri Nadiem Makarim menjelaskan kasus ini secara gamblang ke publik,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Senin (25/3/2024). 

Diketahui 1.047 mahasiswa dari 33 kampus di Indonesia diduga menjadi korban TPPO berkedok magang dalam Program Ferienjob Jerman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved