Berita Ekonomi

Update Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tilamuta Gorontalo, Beras hingga Gula Pasir Melonjak

Harga bahan kebutuhan pokok sudah mulai naik jelang ramadhan, senin (11/3/2024).

Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Nawir
Ilustrasi - Harga bahan pokok di Pasar Tradisional Tilamuta Kabupaten Boalemo per Senin (11/3/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Berikut update harga bahan bahan pokok di Pasar Tradisional Tilamuta per Senin (11/3/2024).

Harga ayam potong sebelumnya Rp28 ribu per kilo kini dijual Rp33 ribu.

Menurut Hamid Tuma, penjual ayam di Pasar Tradisional Tilamuta,

"Ayam potong sekarang sudah mulai naik dari harga Rp 22 ribu per kilonya, sekarang sudah Rp 33 ribu," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (11/3/2024).

Kata Hamid, hal tersebut dikarenakan tutupnya perusahaan ayam lokal di Gorontalo.

"Tidak ada ayam lokal yang dijual. Kalaupun ada ayam tersebut masih berukuran kecil. Jadi kami mengambilnya dari Palu," lanjutnya.

Adapun harga minyak kelapa naik dari harga sebelumnya Rp10 ribu per botol sedang ukuran 600 ml. Sekarang sudah mencapai harga Rp12 ribu. Untuk botol besar atau satu setengah liter mencapai harga Rp28 ribu.

Arman, pedagang di Pasar Tradisional Tilamuta, mengaku minyak kelapa miliknya diambil dari pemasok asal Bitung.

"Minyak kelapa dengan kualitas bagus diambil dari Kota Bitung, Sulawesi Utara, dan harganya naik dari sana," tambah Arman.

Sementara harga beras melonjak naik. Jika sebelumnya Rp18 ribu per kilo, sekarang harganya Rp19 ribu.

"Bahkan sampai Rp 20 ribu jika sudah tangan ke tiga," lanjutnya.

Kata Arman, beras pulo (ketan) dan milu (jagung) turut naik di Pasar Tradisional Tilamuta.

"Harga beras pulo juga naik dari harga Rp18 ribu, sekarang sudah Rp 25 ribu pe rliternya. Begitu juga dengan beras milu. Milu dulu Rp19 ribu per liter sekarang sudah Rp 28 ribu di pasaran," tambahnya.

Selain beras, harga gula pasir dan gula aren juga mulai naik.

"Gula pasir sekarang harganya Rp10 ribu ukuran setengah kilo dan gula merah yang dulunya Rp 16 ribu sekarang sudah Rp 20 ribu per tas," lanjutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved