Wisata Gorontalo

Danau Hungayonaa Menambah Daftar Wisata Terbengkalai di Boalemo Gorontalo

Dibangun pada tahun 2019, danau ini menawarkan keindahan alam yang memukau dengan berbagai fasilitas seperti Flying Fox, Gazebo di tengah danau,

|
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Potret terkini Danau Hungayonaa, Boalemo, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Danau Hungayonaa di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, pernah menjadi primadona wisata baru di Gorontalo.

Dibangun pada tahun 2019, danau ini menawarkan keindahan alam yang memukau dengan berbagai fasilitas seperti Flying Fox, Gazebo di tengah danau, dan area kuliner.

Namun, kini Danau Hungayonaa tinggal kenangan. Fasilitasnya rusak dan terbengkalai, danau tercemar eceng gondok, dan sampah menumpuk di sekitar area wisata.

Flying Fox yang dulu menantang adrenalin kini berkarat dan tak terawat. Gazebo di tengah danau dibiarkan roboh dan tak diperbaiki.

Flying fox terbengkalai. FOTO: Nawir Islim
Flying fox terbengkalai. FOTO: Nawir Islim

Penerangan tenaga surya yang dulunya menerangi area wisata kini berkarat dan hampir roboh, membahayakan pengunjung.

Baca juga: Bocah-Bocah Leato Kota Gorontalo Bantu Pengendara Lewati Jalan Rusak

Eceng gondok telah merambat hampir setengah danau, membuat airnya menjadi kotor dan tak sedap dipandang. Sampah juga menumpuk di sekitar danau, bahkan hampir menutup akses jalan wisata.

Setelah sempat ditutup karena pandemi Covid-19, Danau Hungayonaa kembali dibuka pada tahun 2021.

Namun, usaha untuk menghidupkan kembali wisata ini terhalang oleh masalah kontrak lahan yang belum lunas dengan pemilik tanah.

Sekertaris Desa Hungayonaa, Frengki Radjak, membenarkan hal ini.

"Wisata danau itu mendapatkan kerugian pada awal peresmiannya, karena bencana Covid-19," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com.

"Tahun 2021 pernah dibuka kembali, tapi ada masalah soal kontrak yang belum lunas dengan pemilik tanah," tutupnya.

Danau Hungayonaa memiliki potensi besar untuk menjadi wisata unggulan di Gorontalo.

Baca juga: Kota Gorontalo Raih Kembali Penghargaan Adipura 2023

Namun, kelalaian dan kurangnya perhatian dari pemerintah dan pengelola wisata menyebabkan tempat ini menjadi terbengkalai dan tak terawat.

Masyarakat sekitar berharap Danau Hungayonaa dapat kembali ditata dan dihidupkan.

Pemerintah dan pengelola wisata perlu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah kontrak lahan dan melakukan pembenahan.

Dengan begitu, Danau Hungayonaa dapat kembali menjadi destinasi wisata yang indah dan menarik bagi wisatawan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved