Selasa, 10 Maret 2026

Beras Gorontalo

Harga Beras Gorontalo Terbang Tinggi, Tembus Rp 775 Ribu per Karung

Harga tersebut dipantau di Pasar Sentral Kota Gorontalo,  Jl. Pattimura, Limba U Dua, Kota Selatan, Sabtu (17/2/2024) pagi hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Harga Beras Gorontalo Terbang Tinggi, Tembus Rp 775 Ribu per Karung
TribunGorontalo.com
Agus Bahsuari pedagang beras di pasar sentral Gorontalo, Sabtu (17/2/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga beras di Kota Gorontalo melonjak. Biasanya dipatok Rp 680 ribu, kini Rp 775 ribu per karung.

Harga tersebut dipantau di Pasar Sentral Kota Gorontalo,  Jl. Pattimura, Limba U Dua, Kota Selatan, Sabtu (17/2/2024) pagi hari.

Seorang pedagang beras, Agus Bahsuari membenarkan naiknya harga beras. Sebagai pengecer, Agus biasanya membeli beras per karung hanya di harga Rp 680 ribu.

Baca juga: Kabar Gembira! Harga Tomat Turun Drastis di Pasar Sabtu Gorontalo per Sabtu 17 Februari 2024

Namun, saat ini sudah semakin mahal yang dibelinya di distributor dengan harga 700 ribuan lebih.

"Biasanya hanya Rp 680 ribu sekarang sudah naik ke Rp 700-an," ungkap Agus.

Ia juga menjelaskan penyebab kenaikan harga beras yang dijualnya itu.

Bisa jadi faktornya termasuk Ramadhan menjelang. Lalu juga bisa karena stok beras semakin berkurang.

Kini, Agus hanya menyetok beras dari luar daerah. Sebab, beras lokal belum ada yang panen.

Baca juga: Harga Pangan di Pasar Senin Gorontalo 12 Januari 2024: Rica Turun Drastis, Beras dan Gula Stabil

Bagi Agus, tak ada perbedaan antara harga beras lokal dengan luar daerah. Masing-masing memiliki harga sama, hanya berbeda dari segi distribusi.

"Kalau harga luar dengan lokal sama saja, cuman luar daerah kan ada biaya akomodasi," imbuhnya.

Sama dengan Agus, Idrs Karim yang juga penjual beras membenarkan mahalnya beras di level distributor. 

"Kalau per liter naiknya 500 perak, per karung sudah sampai Rp 750 - 775 ribu," jelas Idris.

Idris mengakui, kenaikan harga beras di tempatnya itu bukan karena menjelang Ramadhan.

Tetapi, stok beras di Gorontalo semakin berkurang karena belum musim panen, sehingga Idris perlu menyetok dagangannya dari luar daerah.

Idris biasanya menyetok berasnya dari Sulawesi Tengah dan Selatan. Untuk harganya hanya beda tipis dengan harga beras lokal.

"Sebenarnya bukan karena Ramadhan, cuman memang stok berkurang di lokal. Kalau saya ambilnya di Makassar dan Palu," tutup Idris. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved