Rabu, 4 Maret 2026

Berita Sepak Bola

Sancho Memukau di Dortmund, Ten Hag Dicerca di Manchester United

Pemain pinjaman dari Manchester United ini kini disanjung tinggi, sementara klub asalnya justru menuai kritik.

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sancho Memukau di Dortmund, Ten Hag Dicerca di Manchester United
KolaseTribunGorontalo (FOTO by AFP VIA GETTY IMAGES)
Jadon Sancho dibuang Manchester United dan disanjung Dortmund. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Keadaan Jadon Sancho telah berputar 180 derajat sejak debutnya bersama Borussia Dortmund.

Pemain pinjaman dari Manchester United ini kini disanjung tinggi, sementara klub asalnya justru menuai kritik.

Dalam pertandingan pertamanya setelah tujuh bulan, Sancho menjadi sorotan bukan karena keberhasilannya mendapatkan penalti untuk Dortmund, melainkan karena perdebatan tentang siapa yang pantas mengeksekusinya.

Media Inggris seperti The Mirror dan The Sun ramai-ramai memberitakan insiden di mana Sancho "ditolak" rekan setimnya, Niclas Fullkrug, untuk mengambil tendangan penalti.

Baca juga: Xavi Sindir Madrid Diuntungkan Wasit, Akui Barcelona Susah Juara La Liga

Peristiwa ini mungkin terlihat biasa di lain waktu, bahkan keinginan untuk mencetak gol akan dipuji.

Namun, bayang-bayang "pemberontakan" Sancho terhadap Erik ten Hag di Manchester United, yang membuatnya dicap malas dan tidak profesional, masih menghantui dirinya.

Perlu diingat, Ten Hag pernah membekukan Sancho dari skuad utama karena performa latihan yang dianggap tidak memenuhi standar.

Keputusan ini diumumkan secara terbuka kepada media, semakin memperburuk citra Sancho.

Sancho membela diri lewat media sosial, namun Ten Hag bergeming. Ia membekukan Sancho dari latihan tim utama dan hanya akan mengembalikannya jika pemain bersangkutan meminta maaf secara terbuka.

Konflik ini berlarut-larut, Sancho dan Ten Hag sama-sama keras kepala. Kepercayaan Ten Hag pada Sancho sirna, dan selama Ten Hag berkuasa, Sancho dipastikan terasing.

Baca juga: Rating Pemain Barcelona saat Melawan Real Betis dengan Skor 4-2: Nyaris Kecolongan, untung Selamat

Di Jerman, para pengamat sepak bola bingung melihat drama Sancho di Manchester United. Mereka masih ingat Sancho yang bersinar ketika berseragam Dortmund di masa lalu.

Catatan statistiknya tidak terbantahkan: 104 penampilan, 38 gol, dan 45 assist dalam kurun lima tahun. Artinya, Sancho terlibat langsung dalam satu gol setiap 90 menit bermain.

Mantan gelandang Bayern Munich dan Jerman, Dietmar Hamann, bahkan menyebut Sancho sebagai pemain kelas dunia.

"Tidak ada yang lebih baik darinya dalam situasi satu lawan satu. Dia bisa bermain dengan kedua kaki di kedua sisi lapangan, pergerakannya fantastis, dan tekniknya sempurna," puji Dietmar.

Dengan kesempatan untuk memulai lembaran baru di Dortmund, tak heran Sancho menyambutnya dengan tangan terbuka.

Senyum lebar tergambar di wajahnya saat mengenakan seragam kuning Dortmund, sesuatu yang jarang terlihat di Manchester United.

"Rasanya seperti pulang ke rumah ketika memasuki ruang ganti hari ini," ujar Sancho.

Baca juga: Rating Pemain Liverpool saat Melumat Bournemouth 4-0: Kokoh di Puncak Klasemen Liga Premier

"Saya tahu segalanya tentang klub ini, dekat dengan para fans, dan tidak pernah kehilangan kontak dengan pihak manajemen. Saya tak sabar bertemu rekan setim, bermain dengan senyum di wajah, menciptakan dan mencetak gol, serta membantu tim lolos ke Liga Champions," katanya.

Ironisnya, kritik terpedas untuk Erik ten Hag bukan berasal dari dampak langsung Sancho di Dortmund, melainkan dari komentar pelatih klub itu, Edin Terzić.

Terzić memuji Sancho setinggi langit, dan yang lebih penting, ia langsung memuji performa Sancho dalam latihan.

"Memang benar Jadon datang dengan statistik bagus. Tapi kita tahu bagaimana beberapa minggu dan bulan terakhirnya. Melihat performanya dalam latihan, kami senang dengan setiap sesi latihannya. Dia melakukannya dengan baik minggu ini," ujar Terzić.

Setiap kali Sancho bersinar bersama Dortmund, sementara Manchester United justru terseok-seok, citra Erik ten Hag semakin tercoreng.

Keputusannya membekukan Sancho dari tim utama mungkin akan menjadi penyesalan besar baginya.(*)

++Berita ini dioptimasi dari forbes.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved