Sabtu, 21 Maret 2026

Istri Bunuh Suami

HEBOH Istri Bunuh Suami di Karawang, Bikin Siasat Jahat Seolah Dibunuh Begal, Terungkap Motifnya

Ossy Claranita Nanda Tiar (32) wanita di Karawang, Jabar menghabisi nyawa suaminya Arif Sriyono

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto HEBOH Istri Bunuh Suami di Karawang, Bikin Siasat Jahat Seolah Dibunuh Begal, Terungkap Motifnya
Muhammad Azzam/Wartakota - cikwan suwandi/tribunjabar
Ossy Claranita Nanda Triar (32) tersangka pembunuhan terhadap suaminya Arif Sriyono 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ossy Claranita Nanda Tiar (32) wanita di Karawang, Jabar menghabisi nyawa suaminya Arif Sriyono

Mayat Arif Sriyono ditemukan di irigasi di Desa Cibalongsari, Kabupaten Karawang pada Selasa (9/1/2024),

Korban yang merupakan Karyawan Pabrik Toyota ini ditemukan bersimbah darah dengan tubuh penuh luka tusukan

Awalnya, Arif Sriyono diduga meniggal karena menjadi korban begal.

Hasil penyelidikan polisi, Arif ternyata dibunuh istrinya sendiri, Ossy Claranita Nanda Tiar setelah 

Ossy mengajak adiknya bernama Pandu (19) untuk melancarkan aksi jahatnya membunuh suaminya.

Upaya eksekusi korban direncanakan sejak 2 minggu sebelum peristiwa. 

Ossy meminta adiknya mencari eksekutor untuk menghabisi nyawa Arif.

Kakak beradik itu kemudian menyewa seorang berinisial RZ

RZ menjadi eksekutor dengan upah Rp 1,5 juta dan sepeda motor milik korban. Kini masih dalam pengejaran polisi.

"Mereka sudah merencanakan pembunuhan sejak dua minggu sebelum pembunuhan," kata Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Selasa (16/1/2024).

Ketiganya sempat merencanakan untuk menghabisi nyawa Arif dengan sejumlah cara, satu di antaranya dengan diracuni.

Namun, ketiganya kemudian sepakat untuk menghilangkan nyawa Arif seolah menjadi korban pembegalan.

"Kemudian dipilih oleh para pelaku mengelabui seolah dibegal, karena melihat kebiasaan korban yang sering pulang malam hari," ungkap Wirdhanto.

Detik-detik Pembunuhan

Rencana ketiganya pun dimulai. Mereka berbagi tugas untuk melancarkan aksi keji terhadap Arif.

Ossy pergi ke Bandung, sedangkan Pandu dan RZ bersiap-siap melakukan pembunuhan.

Dalam kasus ini, Pandu berperan menjebak kakak iparnya.

Ia beralasan jika kendaraannya sedang mogok dan meminta korban untuk menjemput.

Korban pun datang dan menjemput Pandu.

Pandu yang sudah bersama eksekutor kemudian menunggu korban mendorong motor.

Setibanya di tempat gelap di pinggir irigasi Sasak Misran, Desa Cibalongsari, Pandu dan RZ mulai mengeksekusi korban.

Korban pun tewas di tempat dengan tujuh luka akibat senjata tajam.

Pada Selasa malam, jasad Arif ditemukan oleh warga dan pengendara yang melintas.

Satu minggu berselang, polisi akhirnya mengungkap kasus kematian Arif.

Polisi menetapkan sang istri Ossy dan adik ipar korban, Pandu sebagai tersangka.

Motif Pembunuhan

Wirdhanto mengungkapkan, motif pembunuhan ini lantaran dendam dan sakit hati.

Hubungan pasangan suami istri itu diketahui sudah tidak harmonis.

Korban sudah tidak memenuhi kebutuhan ekonomi pelaku, kerap marah dan tidak pulang ke rumah.

"Motifnya dendam dan sakit hati, karena tersangka mengaku sering dimarahi korban."

"Mereka sudah tidak harmonis, oleh karena itu istri korban berupaya menjadi dalang skenario supaya korban ini dibunuh," jelas Wirdhanto.

Selain itu, korban juga diduga mengetahui istrinya berselingkuh dengan pria lain.

Keduanya juga sudah sepakat ingin berpisah, tetapi pelaku belum mau.

"Saat ini tersangka OC memiliki PIL (pria idaman lain) dan ada skenario menarik."

"Di mana kalau misalnya itu korban dicerai istri, ada kesepakatan bahwa harta tidak bisa dibagi dan menjadi milik korban."

"Tapi kalau misalnya meninggal dunia, dia (Ossy) bisa menjadi waris dan masalah status sosialnya akan berbeda antara janda cerai dan mati."

"Maka muncul skenario menghabisi nyawa korban dengan seolah-olah dibegal," beber dia.

Akui Menyesal

Pascamenghabisi nyawa sang suami, Ossy mengaku menyesali perbuatannya.

Ia mengatakan tak akan meminta keringanan hukuman atas perbuatannya menjadi otak pembunuhan sang suami.

"Saya berusaha kooperatif, apapun saya menerima hukuman dari perbuatan yang telah saya lakukan tanpa harus mengajukan untuk diringan-ringankan," kata Ossy saat digiring polisi di Mapolres Karawang, Selasa.

"Ya kalau menyesal sih menyesal, tapi mau gimana lagi?" lanjutnya.

Polisi Periksa 26 CCTV

Sebelumnya diberitakan, warga dikagetkan dengan adanya sesosok jasad di pinggir irigasi Sasak Misran Dusun Pasirpanjang, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang yang diduga korban pembegalan.

Kapolsek Klari Kompol Andrian Nugraha menyebut pembegalan yang menyebabkan korban tewas di tempat.

"Iya benar terjadi peristiwa pembegalan dan korban ditemukan oleh warga yang sedang melintas," kata Andrian melalui pesan singkat, Selasa (9/1/2023).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Karawang AKP Abdul Jalil mengatakan, telah memeriksa tujuh orang saksi termasuk keluarga korban.

"Kita sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah kita identifikasi melalui CCTV ada dua orang yang kita identifikasi," kata Abdul di Mapolres Karawang, Senin (15/1/2024).

Abdul mengatakan, tim gabungan yang memburu pelaku telah mengantongi sejumlah ciri - ciri pelaku.

Polisi juga telah meneriksa sekitar 26 CCTV di sejumlah tempat, mulai dari sekitar rumah korban hingga tiga kilometer menuju tempat kejadian perkara (TKP).

"Saat setelah kejadian, terduga pelaku sempat melintasi pemancingan," kata Abdul.

Abdul menyebut korban menderita luka serius di bagian leher, dada, dan perut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Siasat Istri Bunuh Suami di Karawang, Ajak Adik dan Sewa Eksekutor, Sempat Terpikir Meracuni Korban

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved