Wisata Gorontalo
Mengenal Rumah Literasi, Perpustakaan Gorontalo Berkonsep Ala Eropa
Rumah literasi dirintis oleh Ustadz Aan Chandra Talib sejak tahun 2016 namun baru dibuka untuk umum pada November 2022.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-Literasi-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rumah Literasi merupakan perpustakaan lokal Gorontalo berkonsep al Eropa.
Rumah literasi dirintis oleh Ustadz Aan Chandra Talib sejak tahun 2016 namun baru dibuka untuk umum pada November 2022.
Ustadz Aan terispirasi dari perpustakaan di Amerika dan Eropa.
Ia mendirikan perpustakaan ini berdasarkan asumsi masih minimnya fasilitas literasi untuk kalangan milenial Gorontalo.
Perpustakaan di Jalan Mangga Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo ini cukup populer di Gorontalo. Di dalamnya terdapat 4.000 buku yang didominasi buku keagamaan.
Pantauan TribunGorontalo.com, Senin (14/1/2024), pengunjung rumah literasi ramai dikunjungi para mahasiswa dan pelajar.
Di Rumah Literasi ini juga tersedia beberapa fasilitas pendukung seperti ruang baca estetis, kafe, mushola, dan taman yang asri.
Perpustakaan ini menawarkan dua pilihan kepada pengunjung yakni menjadi anggota atau hanya sekadar pengunjung biasa.
Baca juga: Mengenal Adjama Coffe, Warkop Tertua di Kota Gorontalo Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka
Tarif dibebankan kepada pengunjung yang ingin menjadi anggota adalah Rp100 ribu per bulan untuk mahasiswa dan Rp150 ribu per bulan untuk masyarakat umum.
Untuk pengunjung biasa dibebankan biaya sebesar Rp10 ribu bagi mahasiswa dan pelajar, serta Rp20 ribu bagi masyarakat umum.
Rumah Literasi dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 - 00.00 WITA.
Rumah Literasi menerapkan peraturan yang harus ditaati semua pengunjung,
Pengunjung wajib memarkir rapi kendaraannya.
Juga mengisi buku tamu. Tidak diperkenankan membaca buku di luar area gedung perpustakaan.
Pengunjung hanya bisa membawa air putih ke dalam perpustakaan. Pengelola juga telah menyediakan air putih gratis
Bagi pengunjung yang membawa makanan dari luar diharapkan dapat menaruhnya di luar perpustakaan.
Selain itu, pengunjung dilarang merokok semua entah itu rokok kretek dan elektrik di kawasan Rumah Literasi.
Para pengunjung wajib membuang sampah pada tempatnya.
Selesai membaca pengunjung dapat mengembalikan kursi ke tempat semula.
Seluruh area Rumah Literasi Gorontalo telah dilengkapi dengan CCTV.
Jadi bagi pengunjung yang melanggar peraturan akan diberikan sanksi berupa peringatan hingga larangan berkunjung sesuai dengan pelanggaran mereka.
(TribunGorontalo.com/Prailla)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.