Pemprov Gorontalo
Pemprov Gorontalo Susun Strategi Baru Demi Tekan Inflasi di 2024
Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana melakukan beberapa langkah demi menekan angka inflasi kembali meningkat di Januari 2024.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha-telah-menandatangani-perjanjian-kerjasama.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyusun strategi baru demi menekan angka inflasi di 2024.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Gorontalo per Desember 2023 mencapai angka 1,32 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dari angka inflasi nasional, yakni 0,41 persen.
Menyikapi hal ini, pemerintah provinsi Gorontalo mengatakan akan memperbaiki metode dan juga fokus dari penanganan inflasi yang sudah dilakukan pada tahun 2023.
“Seluruh program yang sudah kita jalankan di 2023, di tahun ini juga akan terus kita laksanakan. Tapi perlu ada duduk bersama dulu, kita juga harus memperbaiki metode, fokus kita juga kita ubah.
"Titik perhatian perlu kita fokuskan pada akhir tahun, agar tidak terjadi lagi jebol seperti tahun ini,” kata Ismail Pakaya, saat rapat evaluasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Senin (8/1/2024).
Menurut Ismail, pihak mereka telah melakukan beberapa upaya demi menghindari inflasi di tahun 2023. Seperti Gerakan Pasar Murah (GPM) dan subsidi beras. Namun pada akhir tahun, angka inflasi justru kian memuncak.
Sementara itu, di kesempatan yang berbeda, rupanya pemerintah Kota Gorontalo sudah mulai mengambil langkah untuk menekan angka inflasi meningkat di 2024.
Wali Kota Gorontalo Marten Taha telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Pohuwato demi menjaga pasokan pangan di Kota Gorontalo.
“Karena kita tahu bersama, di Kota Gorontalo itu bukan daerah penghasil pangan dengan jumlah yang besar, oleh karena itu kerja sama dengan pemerintah pohuwato menjadi penting, disebabkan pohuwato sebagai penghasil bahan pokok, baik itu bawang, rica, tomat, buah buahan serta sayuran,” kata Marten.