Tips Kesehatan

Awas! Makanan yang Dibakar Menyebabkan Kanker, Begini Tips Cegah Risikonya

Dilansir dari Food Safety News, daging yang dibakar atau dipanggang dalam suhu tinggi berpotensi memicu kanker dalam tubuh.

Editor: Fadri Kidjab
Felicia Buitenwerf/ Unsplash
Ilustrasi makanan yang dibakar 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kamu termasuk orang yang suka makanan dibakar? Hindari risiko kanker.

Dilansir dari Food Safety News, daging yang dibakar atau dipanggang dalam suhu tinggi berpotensi memicu kanker dalam tubuh.

Hal ini terjadi karena suhu tinggi akan memecah asam amino kreatin dalam daging, sehingga membentuk bahan kimia amina heterosiklik (HCA).

Namun kamu tak perlu khwatir. Simak tips mencegah risiko kanker dari makanan yang dibakar berikut ini. 

1. Ganti daging yang dibakar

Studi dari Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) membuktikan, orang yang makan daging merah berpotensi lebih tinggi terkena kanker.

Adapun jenis daging yang tercatat memiliki kosentrasi HCA tertinggi, yaitu dada ayam, steak, daging babi, salmon, dan hamburger.

Untuk bisa tetap makan daging bakar, sebaiknya pilih potongan daging tanpa lemak.

Jika tidak, pastikan potong bagian lemak sebelum dimasak. Hilangkan juga kulit dari ikan dan unggas.

2. Cairkan daging di kulkas

Dilansir dari UC Davis Health, mencairkan daging beku di meja luar kulkas menjadi kesalahan yang dapat mengancam kesehatan.

Pencairan pada suhu ruangan ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berbahaya di daging sebelum dibakar.

Oleh karena itu, sebaiknya lelehkan daging setidaknya satu hari di lemari es bagian bawah sampai mencair sebelum diolah kembali.

Jika butuh cepat cair, taruh daging beku ke wadah plastik tertutup kemudian masukkan ke air dingin sampai siap dibakar.

3. Jangan makan bagian gosong

Untuk mengurangi risiko kanker, orang yang ingin makan daging bakar harus menghindari bagian yang kehitaman atau gosong.

Saat membakar daging, usahakan hanya memasaknya selama enam menit di kedua sisi.

Penelitian membuktikan, membakar daging selama 10 menit pada setiap sisinya justru meningkatkan potensi kanker sebesar 70 persen.

Sebaiknya, bakar daging dengan suhu yang lebih rendah, serta gunakan penjepit atau spatula daripada garpu untuk menghindari daging mengembang.

Pastikan juga kurangi frekuensi makan daging bakar untuk menurunkan risiko kanker.

Baca juga: Resep Sate Taichan, Gampang Dibikin Sendiri

4. Mengolah daging sebelum dibakar

Cara lain untuk menghindari potensi kanker akibat makan daging bakar adalah mengolahnya lebih dulu sebelum dibakar.

Gunakan bumbu marinasi yang mengandung antioksidan seperti cuka, jus jeruk, herbal, rempah-rempah, dan minyak zaitun yang membantu menghambat pembentukan karsinogen pada daging.

Selain itu, sebaiknya rebus, kukus, atau masak daging dalam microwave sebelum dibakar.

Cara ini akan mengurangi pembentukan senyawa karsinogenik pada daging.

5. Sambil makan sayur

Makan daging bakar bersamaan dengan sayur juga dapat mengurangi pembentukan senyawa karsinogenik pada daging bakar.

Penelitian menunjukkan bahwa membakar sayuran, buah-buahan, dan produk kedelai menghasilkan senyawa karsinogenik lebih kecil.

Sayuran seperti brokoli dan kubis dapat membantu mendetoksifikasi hati dari senyawa tadi.

Alternatif makanan bakaran lainnya termasuk jamur, burger vegetarian, buah seperti nanas, serta kebab yang dagingnya sedikit.

6. Masak daging dengan api kecil

Membakar daging dengan api kecil dapat mengurangi senyawa yang berpotensi menyebabkan kanker dan mengurangi bagian daging yang gosong atau hangus.

Cara ini juga mengurangi air dan lemak dari daging menetes ke kobaran api yang semakin memicu pertumbuhan senyawa karsinogenik.

Adapun suhu ideal untuk membakar yakni daging ayam dengan suhu 73,8 sampai 85 derajat Celsius, daging kambing atau domba di suhu 71 sampai 76,6 derajat Celsius, dan daging sapi 62,7 hingga 71,1 derajat Celsius.

Jangan lupa sering membalik daging untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya senyawa karsinogenik.

 

Artikel ini telah tayang di TribunHealth.com

Sumber: Tribun health
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved