Selasa, 17 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Tanggapan Kasat Narkoba Polresta Soal Maraknya Pengguna Lem di Kota Gorontalo

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polresta Gorontalo Kota AKP Ricky Purnawan Parmo menanggapi maraknya kasus pengguna lem dan obat-obatan di Kota Gorontal

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Tanggapan Kasat Narkoba Polresta Soal Maraknya Pengguna Lem di Kota Gorontalo
KOLASE TRIBUNGORONTALO
Kasat Narkoba Polresta Gorontalo Kota, AKP Ricky Purnawan Parmo menanggapi maraknya kasus penghirup lem di Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polresta Gorontalo Kota AKP Ricky Purnawan Parmo menanggapi maraknya kasus pengguna lem dan obat-obatan di Kota Gorontalo.

Menurutnya, maraknya kasus tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.

Sebab, zat yang terkandung di dalam lem yang sering digunakan atau obat-obatan sejenis tersebut memiliki dampak yang merugikan bagi individu dan masyarakat pada umumnya.

Sehingganya aparat kepolisian melakukan pengecekan dan patroli di beberapa wilayah yang diduga menjadi lokasi penggunaan lem maupun obat-obatan tertentu.

Bahkan, kata Ricky, pihaknya sampai melakukan edukasi dan imbauan ke para penjual lem untuk tidak menjual barang tersebut terhadap anak-anak, terutama para pelajar. 

"Untuk lem, kami lakukan koordinasi ke pihak penjual toko bangunan, untuk tidak memberikan lem kepada pembeli yang berusia masih anak-anak," ungkap Ricky melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (28/12/2023) sore hari.

Kemudian, terkait obat-obatan, aparat kepolisian sering melakukan operasi berbagai tempat di Kota Gorontalo.

Operasi tersebut, menurut Ricky, telah membuahkan hasil. Di mana para pelaku telah diamankan dan mendekam di Mapolresta Gorontalo Kota.

"Untuk obat-obatan, kami sekarang sering lakukan operasi dan alhamdulillah ada hasil," imbuhnya.

Diketahui, menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gorontalo, para pengguna atau penghirup lem dan obat-obatan didominasi pelajar SMP dan SMA.

Para pelajar itu menghirup lem yang dimaksud di tempat-tempat terbuka. Seperti halnya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Gorontalo.

Menanggapi hal tersebut, AKP Ricky menyatakan, di manapun lokasi para penghirup lem dan pengguna obat-obatan itu melakukan aktivitas, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

"Di mana pun kalau ada yang kami temukan menggunakan obat atau menghirup lem, akan kami bawa untuk dilakukan penyelidikan," jelasnya tegas.

BNN Kota Gorontalo Ungkap 2 Wilayah Jadi Lokasi Pelajar Hirup Lem

Taman Moodu Kota Gorontalo dan Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Kota Gorontalo, Rona Mopili. 
Taman Moodu Kota Gorontalo dan Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Kota Gorontalo, Rona Mopili.  (TRIBUNGORONTALO/HUSNUL PUHI)

BNN Kota Gorontalo membeberkan dua wilayah yang terindikasi menjadi lokasi pelajar menggunakan lem mengandung zat adiktif dan obat-obatan terlarang di Kota Gorontalo.

Dua wilayah yang dimaksud berada di Kecamatan Sipatana dan Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Menurut Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Kota Gorontalo, Rona Mopili, dua kecamatan tersebut merupakan wilayah yang sering ditemukan para pengguna lem maupun obat-obatan yang dapat membahayakan manusia.

"Makanya kami memilih dua wilayah itu sebagai wilayah 'bersinar' (bersih dari narkoba) kami," ungkap Rona dalam press rilis yang berlangsung di BNN Kota Gorontalo, Kamis (28/12/2023).

Mirisnya, para pengguna lem dan obat-obatan terlarang itu paling banyak ditemukan di tempat-tempat terbuka. 

Seperti halnya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) berada di wilayah yang dimaksud. Untuk di Kecamatan Kota Timur, paling banyak ditemukan di Taman Keren Moodu. 

Pantauan TribunGorontalo.com, taman tersebut menjadi lokasi berkumpul para pelajar saat istirahat dan pulang sekolah pada beberapa bulan terakhir

"Di situ, siang saja ada aktivitas, biasanya pelajar SMP dan SMA. Jangan cuman lihat hanya nongkrong, pura-pura itu, ada aktivitasnya itu," imbuh Rona tegas.

Rona menjelaskan, bahwa penggunaan lem dan obat-obatan yang memiliki zat membahayakan itu paling banyak didominasi oleh para pelajar.

Pihaknya terus berupaya dan melakukan sosialisasi di seluruh sekolahan yang berada di Kota Gorontalo.

Lebih khususnya, di sekolahan yang berada di dua kecamatan yang dimaksud.

Tak hanya itu, bahkan di RTH Kota Tengah juga, pihak BNN sempat menemukan beberapa pelajar melakukan aktivitas penggunaan lem dan obat-obatan tersebut.

BNN Kota Gorontalo berencana menyisir wilayah-wilayah yang dimaksud untuk melakukan pengecekan lebih intens.

"Kemungkinan pekan ini atau awal tahun depan kami akan lakukan penyisiran dengan berkoordinasi bersama aparat kepolisian," tutup Rona

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved