Berita Islami
Doa Mendaki Gunung Supaya Selamat dari Marabahaya
Mendaki gunung merupakan aktivitas yang cukup digemari oleh kalangan muda maupun tua.
TRIBUNGORONTALO.COM - Mendaki gunung merupakan aktivitas yang cukup digemari oleh kalangan muda maupun tua.
Tak sedikit yang merasa ketagihan mengeksplorasi gunung-gunung hingga puncak tertinggi.
Sebagai contoh gunung himalaya. Meskipun sudah banyak menelan korban jiwa karena suhu ekstrem, tetap saja tempat itu tak pernah sepi dari pendaki.
Oleh karena itu, selain memastikan perlengkapan alat-alat pendakian, tak ada salahnya berikhtiar lewat doa.
Berikut tiga doa yang bisa kamu amalkan agar selamat sampai tujuan, dikutip TribunGorontalo.com dari NU Online.
Pertama, doa yang bisa dibaca ketika mendaki gunung agar selamat bersumber dari riwayat sahabat Ibnu Umar, yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari, jilid II, karya Muhammad Ismail al-Bukhari, halaman 637 Nabi bersabda;
لا إلهَ إلَّا اللَّه وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْك، ولَهُ الحَمْدُ، وَهُو عَلَى كلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عابِدُونَ، ساجِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صدقَ اللَّه وَعْدَهُ، وَنَصَر عَبْده، وَهَزَمَ الأَحزَابَ وحْدَ
Lâ ilha illallhu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku wa lahul ḫamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr. Ayyibûna, tâ’ibûna, ‘âbidûna, sâjidûna, li rabbin ḥâmidûn, shadaqallâhu wa‘dahû, wa nashara ‘abdahû, wa hazamal ahzba wahdah.
Artinya; “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa tak ada sekutu baginya. Kekuasaan dan pujian hanya milikinya. Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji pada Tuhan kami. Allah memastikan janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan membuat lari musuh-musuh-Nya dengan kekuatan-Nya sendiri.”
Kedua, bisa juga membaca doa ini agar mendapatkan perlindungan dari bahaya selama perjalanan.
Doa ini termaktub dalam Mirqah al-Mafatih (Ali ibn Sultan Muhammad al-Qari, Mirqah al-Mafatih syarh Misykat al-Mashabih, [Lebanon; dar Kutub Ilmiah, 201] Jilid IV, halaman 353), bahwa doa ini bisa dibaca di mana saja, agar mendapatkan kesalamatan dari Allah.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً
Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi wa a‘ûdzubika minat taraddî wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a‘ûdzubika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal maut wa ‘aûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat.” (HR Abu Daud).
Ketiga, doa saat mendaki gunung yang bertujuan untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT dari segala bahaya yang mungkin terjadi selama pendakian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-mendaki-gunung.jpg)