Proyek Drainase Nani Wartabone

Proyek Drainase Jalan Nani Wartabone Gorontalo Rampung Akhir Desember

Proyek Jalan Nani Wartabone direncanakan akan rampung di akhir Desember 2023.

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/HUSNUPUHI
Situasi proyek pengerjaan drainase di Jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Proyek Jalan Nani Wartabone direncanakan akan rampung di akhir Desember 2023.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsuan saat dikonformasi di kantornya, Senin (18/12/2023) pagi hari.

Menurut Rifadli, saat ini pihaknya sementara mengerjakan proyek yang sempat tertunda tersebut.

Pihaknya menargetkan, akan merampungkan proyek Jalan Nani Wartabone tersebut di akhir Desember 2023.

"Kita lagi berusaha menyelesaikannya, target kita memang sesuai rencana akhir bulan ini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com.

Dalam menyelesaikan proyek yang didanai dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu, pihak PUPR tengah mengalami beberapa kendala.

Baca juga: Polda Gorontalo Telusuri Indikasi Korupsi Sejumlah Proyek Dana PEN Kabupaten dan Kota Gorontalo

Beberapa kendala yang dimaksud meliputi pekerjaan non teknis dan teknis. 

Adapun yang paling banyak menjadi kendala dalam proses pengerjaan proyek itu adalah kendala non teknis. Seperti halnya penyelesaian administrasi ataupun manajamen.

"Secara teknis boleh dibilang tidak terlalu banyak kendalanya. Tapi manajemen itu yang terus kita dorong," imbuhnya.

Namun kendala yang didapati itu, menurut Rifadli, pihaknya akan tetap berupaya untuk mencari solusinya. Hingga, memasang target untuk perampungan pada akhir bulan ini.

"Tapi kita juga tetap berusaha untuk menyelesaikan itu, dan insyaallah akhir bulan ini akan rampung. 

Rifadli juga menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sementara berfokus mengerjakan pekerjaan yang mayor terlebih dahulu.

Seperti halnya, perampungan saluran air yang berada di Jalan Nani Wartabone (Ex Pandjaitan) tersebut.

"Kalaupun tidak akan rampung pada bulan ini misalnya, ini kita akan fokus pada pekerjaan minor saja mungkin. Dan saat ini sementara perampungan pekerjaan mayor yaitu unit saluran tersebut," jelasnya.

Selain itu, menurut Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, saat ini pengerjaan proyek yang menggunakan dana PEN itu telah mencapai 70 persen.

Rencananya, di akhir bulan Desember 2023 ini, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merampungkan proyek tersebut dengan target 100 persen.

Sementara, untuk proyek yang didanani PEN ini, kata Rifadli, akan berakhir padaMaret 2024 mendatang.

"Untuk proyek PEN, itu batasnya bulan Maret 2024, jadi masih cukup banyak waktu kita," pungkasnya.

Diketahui, proyek Jalan Nani Wartabone mulai dikerjakan pada Januari 2022 lalu.

Proyek ini satu paket dengan pengaspalan jalan yang telah selesai dengan nilai proyeknya mencapai Rp 24 miliar.

Sebelumnya, proyek ini awalnya ditargetkan rampung pada Juli 2023, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan selesai.

Masih banyak spot-spot galian saluran air yang masih terbuka lebar, tapi ada pula pengerjaan yang sudah selesai seperti yang terletak di depan kampus UNG gorontalo.

Pantauan TribunGorontalo.com, pagi hari tadi, terdapat beberapa pekerja yang sementara mengerjakan proyek tersebut, Senin (18/12/2023).

Polda Gorontalo Tingkatkan Kasus Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone ke Penyidikan

Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Kombespol Taufan Dirgantara. 
Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Kombespol Taufan Dirgantara.  (TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU)

Sementara itu,Dirreskrimsus Polda Gorontalo Taufan Dirgantara mengungkapkan saat ini Polda Gorontalo telah meningkatkan kasus dugaan korupsi proyek di Jalan Nani Wartabone atau Eks Jalan Panjaitan ke tahap penyidikan

Hasil penyelidikan ditemukan adanya induksi dugaan kasus korupsi dalam proyek bersumber dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi proyek tersebut mengalami putus kontrak.

"Pada tahap sebelumnya kita sudah periksa sebanyak 31 saksi, yang terdiri dari pihak kontraktor dan juga perangkat daerah Kota Gorontalo," terang Dirreskrimsus Polda Gorontalo Taufan Dirgantara saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (18/12/2023). 

Taufan menyebut, sebelumnya pihaknya telah melakukan ekspos dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dan hasilnya kita temukan adanya indikasi tindak pidana korupsi (Tipikor)," ungkap Taufan. 

Setelah itu lanjutnya, beberapa hari lalu telah dilakukan gelar perkara dengan beberapa alat bukti. 

Hal itu digelar guna melakukan pengecekan dan penyesuaian antara penyerapan anggaran dan pelaksanaan di lapangan. 

"Saat ini masih ada beberapa kekurangan yang harus kami lengkapi untuk pemeriksaan selanjutnya," tambah Taufan. 

Taufan belum bisa membeberkan angka pastinya kerugian proyek tersebut, karena hal tersebut merupakan kewenangan dari BPK. 

"Kita nanti akan menyurat juga ke BPK," timpalnya. 

"Begitupun dengan siapa saja tersangkanya dan berapa jumlahnya kita belum bisa pastikan. Menunggu hasil penyidikan," tandasnya.

 Sebelumnya, Polda Gorontalo terus menyelidiki dugaan korupsi dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro mengungkapkan kasus tersebut sementara dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Jumat (17/11/2023).

"Ini masih sementara dalam proses, terkahir informasinya masih sementara menunggu hasil pengecekan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," ungkap Desmont.

Diketahui, Pemerintah Kota Gorontalo memperoleh dana pinjaman daerah dalam rangka realisasi pelaksanaan 6 program kegiatan pada 2021

Pemerintah Kota Gorontalo memperoleh pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 294 miliar.

Adapun keenam kegiatan yang mendapat alokasi dari dana tersebut yakni, penataan Jalan Nani Wartabone, Pembangunan Pusat Kuliner Kalimadu, Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Gorontalo, Revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan, Pengembangan Rumah Sakit Otanaha dan Pembangunan Kota Baru.

Sebelumnya sejumlah proyek sempat mangkrak karena terkendala dari pihak kontraktornya.

Meski begitu, hingga kini dari total 6 proyek tersebut, hampir rampung secara keseluruhan.

Beberapa diantaranya bahkan sudah mulai digunakan dan telah beroperasi, seperti revitalisasi kawasan wisata kuliner Kalimadu di Kota Gorontalo.

Namun yang kontras dan masing menjadi PR besar bagi Pemerintah Kota Gorontalo adalah progres penataan Jalan Nani Wartabone dan kanal Tanggidaa.

Pekerjaan sempat tertunda lama dari kalender kerja, dana PEN itu kini tengah dilakukan pemeriksaan oleh BPK.

"Untuk saat ini begitu perkembangannya. Dari hasil BPK kita akan bisa tau berapa total kerugiannya dan siapa-siapa saja tersangkanya," tandasnya. (Husnul/Jian)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved