Polisi Aniaya Mahasiswa
3 Sanksi Kapolres untuk Komdan VL, Polisi yang Diduga Aniaya Mahasiswa Gorontalo
Sejumlah sanksi dibeberkan oleh Kapolresta Gorontalo Kota, Kombespol Ade Permana saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (12/12/2023).
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Komdan-VL-polisi-yang-diduga-menempeleng-mahasiswa-Gorontalo.jpg)
"Bisa juga penempatan di tempat khusus. Gak ada toleransi kita, mau siapapun dia," tegas Ade.
Sebelumnya kata Ade, ia mendapatkan informasi bahwa ada anggotanya yang melakukan tindak kekerasan terhadap mahasiswa yang tergabung dalam KPMM.
Ade langsung menganjurkan korban untuk melapor ke SPKT. Namun menurut keterangan Ade, korban hanya sekadar melapor secara lisan tidak tertulis.
"Mereka sudah saya suruh lapor," ujar Ade saat ditemui di Mapolresta Gorontalo Kota, Selasa (12/12/2023).
Namun begitu, Ade langsung memproses anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa tersebut.
Sebelumnya diketahui, seorang polisi diduga melakukan intimidasi dan pemukulan terhadap mahasiswa di sekretariat Komunitas Pelajar Mahasiswa Mananggu (KPMM), Minggu (10/12/2023).
Mahasiswa yang dipukul tersebut bernama Zulfikar Baadi. Menurut Ketua Umum (Ketum) KPMM, Riki Matili, insiden pemukulan ini terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06: 30 Wita.
Pada saat itu, Riki Matili, dan beberapa kader KPMM dikagetkan dengan kedatangan oknum tersebut.
Anggota Polisi berinisial VL itu datang dengan marah-marah. Alasannya menurut Riki tidak jelas dan tidak berdasar.
VL menyebut dan bertanya tentang keberadaan seseorang yang terlibat masalah dengan adik kandungnya.
Padahal masalah yang melibatkan adiknya itu, sama sekali tidak diketahui oleh Riki dan sejumlah kader KPMM. Masalah itu tidak ada hubungannya dengan KPMM
Dengan nada keras dan emosi, dia terus mengintimidasi, mencecari mahasiswa atas masalah tersebut.
Walaupun Riki sudah menjawab dan memberi penjelasan bahwa tidak mengetahui sama sekali masalah tersebut.
Parahnya, VL berani melakukan tindakan fisik. Ia mendorong kepala Riki dengan tanganya sembari berkata, “ [Kenapa? kamu mau melawan?] Kiyapa, mo ba lawan ngana?".
VL berulang kali memaksa mahasiswa ini mengaku telah mengeroyok adiknya. Padahal, para mahasiswa ini pun tak tahu dengan persoalan itu.