Berita Islami

3 Cara Menenangkan Hati yang Galau

Perubahan suasana hati manusia kadang tak bisa ditebak. Kadangkala kita merasa senang, kemudian sedih pada periode yang sama

Editor: Fadri Kidjab
istockphoto
Ilustrasi galau 

TRIBUNGORONTALO.COM – Perubahan suasana hati manusia kadang tak bisa ditebak.

Kadangkala kita merasa senang, kemudian sedih pada periode yang sama.

Kondisi hati yang galau bisa disebabkan banyak faktor, seperti pekerjaan, keluarga, asmara, hingga perilaku orang lain.

Suasana hati seseorang bisa memengaruhi tindakannya.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari)

Hati yang tidak stabil akan melahirkan ragu, bingung, galau, dan hampa sehingga merasa hidup ini seolah tidak bermakna.

Dilansir dari Kemenag RI, Syaikh Nawawi Al-Bantani menyatakan bahwa hati yang dilanda kebingungan atau kegalauan bisa dihilangkan dengan 3 hal. 

Pernyataan ini disampaikan Syaikh Nawawi dalam kitab Nashaihul Ibad (Semarang: Karya Thoha Putra, tt,h. 11) dengan mengutip qaul sebagian ahli hikmah, yaitu mereka yang punya kemampuan menjadi "dokter hati".

1. Berdzikir

Berdzikir atau mengingat Allah menjadi obat utama dan pertama dalam mengusir kebingungan atau kegalauan yang menerpa hati. Dengan berdzikir hati akan menjadi tenang, hal ini sebagaimana Allah tegaskan melalui firman-Nya dalam Surat Ar-Ra'd: Ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."

Syaikh Nawawi memberikan kebebasan dalam memilih bacaan dzikir, di antaranya adalah sebagai berikut:

لَا إلهَ إلَّا اللهُ، وَلاَ حَوْلَ ولا قوَّةَ إلَّا بِاللهِ

Lâ ilâha illallâhu, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billah.

Syaikh Nawawi menjelaskan, berdoa kepada Allah juga masuk kategori dzikir. Untuk itu ia menganjurkan agar selalu berdoa memohon aneka macam kebaikan kepada Allah.

Baca juga: Contoh Khutbah Jumat: Antara Kualitas dan Kuantitas Rezeki

2. Bertemu Wali

Wali atau kekasih Allah mempunyai keistimewaan tersendiri, salah satunya adalah bisa membuat hati menjadi tenang ketika berada di sampingnya. Untuk itu, sangat dianjurkan meluangkan waktu untuk bertemu dengan wali Allah.

Jika ternyata tidak bisa mengetahui keberadaan wali Allah, bisa menemui ulama dan orang-orang saleh. Saat bertemu dengan ulama atau orang saleh, tentu akan banyak mendapat nasihat yang bisa membuat hati menjadi tenang.

Baca juga: Hukum Makan dan Minum Sambil Berdiri Menurut Islam

3. Meresapi nasihat ahli hikmah

Perkataan ulama ahli hikmah bisa menjadi obat hati yang galau. Sebagai "dokter hati", ahli hikmah tentu sangat memahami seluk beluk hati manusia, sehingga bisa melahirkan nasihat atau wejangan sejuk dan bijak yang bisa membuat hati menjadi tenang.

Untuk itu, sangat dianjurkan untuk sering mendengar dan meresapi perkataan para ulama hikmah. Tempat yang sering disampaikan wejangan atau pendapat ahli hikmah adalah pengajian, terlebih pengajian tasawuf. Wallahu a‘lam.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved