Berita Islami

Tata Cara Mandi Junub jika Tidak Ada Air atau Kondisi Sakit 

Mandi junub atau disebut mandi wajib merupakan pembersihan hadas besar.

Editor: Fadri Kidjab
istockphoto
Ilustrasi tidak ada air 

TRIBUNGORONTALO.COM – Mandi junub atau disebut mandi wajib merupakan pembersihan hadas besar.

Hadas diketahui terbagi menjadi dua, yakni hadas kecil dan besar. 

Hadas kecil cukup dibersihkan dengan cara berwudhu, sementara hadas besar wajib dihilangkan melalui mandi besar atau mandi junub. 

Lalu bagaimana jika saat mau mandi tidak ditemukan air? 

Apabila kondisi air tidak ada atau dalam keadaan sakit (keadaan tubuh tidak bisa terkena air), maka dianjurkan untuk bertayamum.

Hal itu disampaikan dalam Al Qur'an yang berbunyi:

"..Kemudian kalian tidak menjumpai air, maka bertayammumlah.."(QS: Al-Maidah ayat: 6).

Apa itu tayamum?

Dikutip dari situs resmi Kemenag RI, tayamum secara bahasa dan istilah telah dijelaskan dalam banyak kitab fiqih, di antaranya dalam kitab Kifayatul Akhyar. 

Dalam kitab tersebut dijelaskan basis hukum tayamum sebagai alternatif untuk bersuci dari hadats kecil dan hadats besar sebagai pengganti wudhu dan mandi junub.

التيمم لغة هو القصد يقال يممك فلان بالخير إذا قصدك وفي الشرع عبارة عن إيصال التراب إلى الوجه واليدين بشرائط مخصوصة...والأصل في ذلك قوله تعالى فَلَمْ تَجِدُوْا مَاءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا قال ابن عباس رضي الله عنهما المعنى وإن كنتم مرضى فتيمموا وإن كنتم على سفر ولم تجدوا ماء فتيمموا

“Tayamum secara bahasa berarti tujuan atau maksud misalnya sebuah kalimat diucapkan, ‘Yammamaka fulanun bil khairi’ [bila si fulan bermaksud baik terhadapmu]. 

Tayamum secara syariat adalah menyampaikan debu ke wajah dan kedua tangan dengan syarat khusus. 

Dasar hukum tayamum adalah firman Allah pada Surat Al-Maidah ayat 6; ‘Lalu kalian tidak menemukan air, maka hendaklah bertayamum dengan debu yang suci’. 

Sahabat Ibnu Abbas ra berkata; ‘Maknanya jika kalian sakit, tayamumlah. Jika kalian bersafari, tayamumlah. Dan kalian tidak menemukan air, tayamumlah,’ ” (Taqiyuddin Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, [Beirut: Darul Fikr: 1994 M/1414 H], juz I, halaman 42).

Baca juga: Tidak Boleh Asal-asalan, Begini Tata Cara Salat Jamak Lengkap Niat dan Bacaan Doa

Bahan tayamum

Debu tanah yang bersih

  • Tanah dalam berbagai warna seperti warnah merah atau hitam. Sekiranya bercampur pasir mesti mengandungi kandungan debu.
  • Tidak dikategorikan sebagai abu.
  • Suci dan tidak bernajis.
  • Tidak musta’mal.
  • Tidak bercampur tepung atau kapur atau pasir yang tidak berdebu.

Syarat-syarat tayammum

  • Tidak ada air dan sudah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu
  • berhalangan menggunakan air, seperti sedang sakit, apabila terkena air penyakitnya akan bertambah parah
  • Telah masuk waktu Shalat
  • Dengan tanah atau debu yang suci

Fardu Tayammum

  • Niat dalam hati (untuk bersuci/bertayammum/ shalat) Lafadz niat Tayammum adalah
  • Kemudian meletakan kedua belah telapak tangan diatas debu untuk diusapkan ke muka.
  • Mengusap muka dengan telapak tangan dengan sekali usapan
  •  Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan tanah atau debu dua kali

Sunah Tayammum

  • Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
  • Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri
  • Menipiskan debu yang berada ditelapak tangan sebelum di usapkan dengan cara meniup sedikit.

والثاني والثالث مسح الوجه ومسح اليدين مع المرفقين ويكون مسحهما بضربتين الأولى للوجه والثانية لليدين والرابع الترتيب بين الوجه واليدين، ولا فرق في ذلك بين أن يكون التيمم بدلا عن وضوء أو غسل أو غسل عضو

“Kedua dan ketiga adalah mengusap wajah dan mengusap kedua tangan hingga siku. Usapan pada keduanya dilakukan dengan dua tepukan, tepukan pertama untuk wajah dan tepukan kedua untuk kedua tangan. Keempat tertib tepukan pada wajah dan kedua tangan. Tidak ada bedanya pada semua itu apakah tayamum sebagai pengganti wudhu, pengganti mandi wajib, atau pengganti basuhan anggota wudhu,” (KH Afifuddin Muhajir, Fathul Mujibil Qarib, [Situbondo, Al-Maktabah Al-As‘adiyyah: 2014 M/1434 H], halaman 25).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved