PEMPROV GORONTALO
Gorontalo Berupaya Cegah Pernikahan Dini untuk Menekan Angka Stunting
Hal ini dikarenakan wanita yang menikah di usia muda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia, kekurangan gizi, dan komplikasi kehamilan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM - Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan prevalensi tengkes di daerah.
Hal ini dikarenakan wanita yang menikah di usia muda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia, kekurangan gizi, dan komplikasi kehamilan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menyadari hal ini, sehingga menggelar pertemuan cegah pernikahan dini pada tanggal 1 Desember 2023.
Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada generasi muda agar tidak menikah di usia yang masih terlalu dini.
Penjabat Sekretaris Daerah Budiyanto Sidiki mengatakan, selama ini pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan prevalensi tengkes di daerah.
Namun, upaya ini akan lebih baik jika tengkes dicegah sejak awal.
“Tengkes perlu kita cegah sejak awal, dengan cara memberikan kesadaran kepada generasi muda, agar tidak menikah di usia yang masih terlalu dini,” jelas Budi.
Budi menyebut, pada tahun 2023 triwulan III angka pernikahan dini sudah mencapai 183 orang.
Angka ini perlu menjadi perhatian semua pihak, karena merupakan bibit-bibit yang berpotensi untuk melahirkan anak tengkes.
Pernikahan dini dapat berdampak terhadap risiko tengkes, kematian ibu, dan bayi. Olehnya, seluruh pihak perlu mengambil peran dalam upaya pencegahan pernikahan dini.(*) ADVERTORIAL
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pelaksanaan-pertemuan-cegah-pernikahan-dini.jpg)