Gorontalo
Gorontalo Berpotensi jadi Lumbung Pangan Nasional dan Pintu Gerbang Wisata Indonesia Timur
Hal itu berdasarkan dokumen identifikasi dan mapping potensi sumber daya alam yang disusun olehnya. Jaenal sendiri sebagai ketua tim ahli dalam kajian
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Landscape-persawahan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Jaenal Effendi sesuai kajiannya mengakui bahwa Provinsi Gorontalo berpotensi menjadi lumbung pangan nasional dan pintu gerbang wisata untuk Indonesia Bagian Timur.
Hal itu berdasarkan dokumen identifikasi dan mapping potensi sumber daya alam yang disusun olehnya. Jaenal sendiri sebagai ketua tim ahli dalam kajian.
Kesimpulan itu dikemukakan oleh Jaenal setelah ia melakukan survey lapangan dan identifikasi awal, diskusi kelompok terpumpun dan dengan mempelajari data yang ada.
Ia menyimpulkan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar bidang pertanian dan wisata sehingga bisa dijadikan sebagai lumbung pangan nasional
“Potensi Gorontalo sebagai penghasil padi, jagung, kakao, beberapa produk pertanian lain, hasil perikanan tangkap dan budidaya serta hasil peternakan memberikan peluang pengembangan bagi sebuah kawasan lumbung pangan nasional yang bisa berkontribusi dalam penyediaan pangan nasional. Konsep pengembangan lumbung pangan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujar Jaenal.
Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim menyebut dokumen yang disusun oleh Jaenal sangat dibutuhkan daerah.
Terutama karena pengembangan pertanian terintegrasi harus dilakukan dari hulu hingga ke hilir.
Ini memungkinkan terjadinya keberlanjutan usaha untuk membentuk sebuah ekosistem perluasan kerja yang efektif dan berkelanjutan.
“Dokumen Identifikasi dan Mapping yang dilakukan oleh tim ahli IPB University akan menghasilkan analisis potensi sektor pertanian dan perkebunan," kata Sofyan.
Dokumen ini pula akan memberikan pemahaman tentang komoditas-komoditas unggulan yang memiliki peluang pengembangan dan nilai tambah tinggi.
"Juga menjadi rekomendasi kebijakan dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan produksi pangan yang berkelanjutan dan bermanfaat,” kata Sofyan Ibrahim.
Sofyan Ibrahim menambahkan dengan potensi yang dimiliki Provinsi Gorontalo, pengembangan produk pangan lokal dengan nilai tambah tinggi melalui pengolahan dan diversifikasi produk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, serta meningkatkan ketahanan pangan.
Adapun dokumen mapping ini dipaparkan dalam seminar akhir. Diikuti oleh pemangku kepentingan di antaranya BSIP Gorontalo, Bapppeda Kabupaten/Kota, Dinas terkait lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota, Tim Komisi Litbang, Fungsional perencana dan peneliti dan unsur lainnya.(*)