Info Gempa Terkini
12 Gempa Bumi Guncang Indonesia dalam 12 Jam Terakhir Selasa 28 November 2023, Sejam Sekali
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), inilah kronologi gempa yang terjadi pada tanggal 28 November 2023.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gambaran-realtime-gempa-bumi-di-Indonesia-per-hari-ini-Selasa-28112023.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari ini, Indonesia kembali dilanda serangkaian gempa bumi di berbagai wilayah.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), inilah kronologi gempa yang terjadi pada tanggal 28 November 2023.
Pertama-tama, pada pukul 00:57:15 WIB, gempa dengan magnitudo 3.1 mengguncang Seluma-Bengkulu. Gempa ini terjadi di kedalaman 12 km dengan koordinat 4.44 LS, 102.19 BT.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 04:18:33 WIB, wilayah Seram Bagian Barat-Maluku diguncang oleh gempa berkekuatan 3.6 dengan kedalaman 10 km. Koordinat episentrum berada di 2.82 LS, 127.76 BT.
Sekitar 20 menit kemudian, Daruba-Maluku Utara mengalami gempa dengan magnitudo 4.3 pada kedalaman 219 km. Kejadiannya tercatat pada pukul 04:41:39 WIB dengan koordinat 2.41 LU, 128.37 BT.
Namun, situasi semakin serius saat pukul 04:46:29 WIB, ketika dua gempa besar hampir bersamaan mengguncang Indonesia.
Pertama, gempa dengan magnitudo 7.1 mengguncang Keerom-Papua dengan koordinat 2.80 LS, 145.28 BT, dan kedalaman 10 km.
Tak lama berselang, gempa dengan magnitudo 6.9 terjadi di lokasi yang sama, dengan koordinat 3.39 LS, 144.01 BT, dan kedalaman 10 km.
Pada pukul 07:19:28 WIB, Daruba-Maluku Utara kembali dirundung gempa, kali ini dengan magnitudo 4.5 dan kedalaman 207 km (2.75 LU, 128.49 BT).
Kemudian, pada pukul 07:40:50 WIB, Tobelo-Maluku Utara merasakan gempa dengan magnitudo 3.2 dan kedalaman 10 km. Koordinat episentrum berada di 2.38 LU, 127.22 BT.
Gempa setelahnya, pukul 09:22:11 WIB, mengguncang Seram Bagian Barat-Maluku dengan magnitudo 2.8 dan kedalaman 10 km (2.92 LS, 127.86 BT).
Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada pukul 09:50:50 WIB, Mbay-Nagekeo diguncang gempa magnitudo 2.4 dengan kedalaman 10 km (8.28 LS, 121.48 BT).
Pukul 10:12:13 WIB, Seram Bagian Timur-Maluku mengalami gempa dengan magnitudo 2.6 dan kedalaman 16 km (3.12 LS, 130.77 BT).
Berlanjut ke pukul 11:25:24 WIB, gempa dengan magnitudo 3.4 kembali mengguncang Seram Bagian Barat-Maluku pada kedalaman 10 km (2.83 LS, 127.73 BT).
Terakhir, pada pukul 12:22:20 WIB, Kabupaten Pidie Jaya-Aceh merasakan gempa dengan magnitudo 3.4 dan kedalaman 10 km (4.81 LU, 96.13 BT).
Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.
Lempeng-lempeng ini saling bertumbukan dan bergerak, sehingga menimbulkan tekanan dan gesekan yang dapat menyebabkan gempa bumi.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan hingga 9,5 skala Richter.
Gempa bumi dengan kekuatan tersebut dapat menimbulkan kerusakan yang sangat luas, bahkan dapat menyebabkan tsunami.
Berikut adalah beberapa daerah di Indonesia yang memiliki potensi gempa bumi tinggi:
Pulau Jawa, khususnya di sepanjang jalur patahan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Daerah ini memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan hingga 8,8 skala Richter.
Pulau Sumatra, khususnya di sepanjang jalur patahan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Daerah ini juga memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan hingga 8,8 skala Richter.
Pulau Sulawesi, khususnya di sepanjang jalur patahan Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.
Daerah ini memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan hingga 9,5 skala Richter. Pulau Kalimantan, khususnya di sepanjang jalur patahan Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.
Daerah ini juga memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan hingga 9,5 skala Richter.
Untuk mengurangi dampak dari gempa bumi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sistem deteksi dini gempa bumi dan tsunami, yang dikenal dengan sebutan BMKG.
Sistem ini dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika terjadi gempa bumi, sehingga masyarakat dapat bersiap-siap untuk menghadapinya.
Selain itu, pemerintah juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana gempa bumi.
Masyarakat diimbau untuk membangun rumah tahan gempa, mengikuti pelatihan evakuasi, dan memiliki rencana kontingensi jika terjadi gempa bumi.
Berikut adalah beberapa tips mitigasi bencana gempa bumi:
Bangun rumah tahan gempa. Rumah tahan gempa dibangun dengan menggunakan struktur yang kuat dan kokoh.
Ikuti pelatihan evakuasi. Pelatihan evakuasi dapat membantu masyarakat untuk mengetahui cara evakuasi yang tepat jika terjadi gempa bumi.
Miliki rencana kontingensi. Rencana kontingensi dapat membantu masyarakat untuk menyiapkan diri jika terjadi gempa bumi.
Dengan melakukan mitigasi bencana gempa bumi, diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian materi jika terjadi gempa bumi di Indonesia.(*)