Kebakaran SMAN 4 Gorontalo
Pengamat Tata Kota Minta Pemerintah Seriusi Masalah Kebakaran di Gorontalo
Pengamat Tata Kota Gorontalo meminta kepada pemerintah Kota Gorontalo untuk lebih serius lagi dalam menangani masalah kebakaran sekolah
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kebakaran-di-SMA-4-Gorontalo-8899.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pengamat Tata Kota Gorontalo meminta kepada pemerintah Kota Gorontalo untuk lebih serius lagi dalam menangani masalah kebakaran sekolah pada Rabu, (22/11/2023).
Sri Sutarni Arifin, Pengamat Tata Kota mengatakan pemerintah harusnya lebih jeli lagi melihat masalah-masalah yang terjadi di Gorontalo ini. Seperti kasus kebakaran SMA 4 Gorontalo yang menuai banyak simpati dari warga Gorontalo.
Sri menilai kasus kebakaran di Gorontalo termasuk kebakaran di SMA 4 Gorontalo cepat meluas disebabkan oleh bangunan di Kota Gorontalo yang sangat berdempetan.
"Kebakaran di Gorontalo cenderung cepat meluas itu karena kepadatan bangunan," ujarnya kepada TribunGorontalo.com
Dosen Lingkungan di Fakultas Teknik Universitas Teknik Gorontalo (UNG) ini mengatakan kepadatan bangunan menjadi salah satu faktor cepat meluasnya api yang sedang membakar salah satu bangunan.
Kata Sri, hal ini akan berdampak pada langkah mitigasi pada saat terjadi kebakaran.
"Tidak ada jalan buat mitigasi para korban kalau terjadi kebakaran," lanjutnya.
Kepadatan bangunan juga yang menjadi faktor lambatnya pemadam kebakaran dalam memadamkan api tersebut. Sehingganya api makin menjadi besar dan kebakaran pun semakin meluas.
Sri mengatakan dengan banyaknya terjadi kebakaran di Gorontalo ini, pemerintah harus lebih jeli dalam memperhatikan kasus kebakaran ini.
Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memasang hidrain di beberapa titik yang ada di Kota Gorontalo khususnya sekolah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang meluas.
"Sekolah itu kayak harus ada hidrain sebagai fasilitas untuk meminimalisir terjadinya kebakaran," jelasnya.
Penjelasan Polisi Terkait Penyebab Kebakaran SMAN 4 Kota Gorontalo
Polresta Gorontalo Kota selidiki penyebab kebakaran yang melanda SMAN 4 Kota Gorontalo.
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kompol Leonardo Widharta mengatakan pihaknya beserta tim Inafis baru melakukan penyelidikan terkait kronologi serta penyebab kebakaran.
"Kami Satreskrim Polresta Gorontalo Kota mendatangi sebuah TKP yang mana ada terjadi kebakaran yang terjadi pada Senin 20 November 2023 sekitar pukul 21.15 Wita,” kata Leo. Selasa 21/11/2023
Pihaknya baru melakukan olah TKP dikarenakan kondisi apa yang masih cukup besar pada saat itu serta menunggu pendinginan TKP yang mengalami kebakaran.
“Kita baru bisa melakukan olah TKP karena api juga baru padam sekitar jam 01.40 dini hari jadi sementara kita datang dari inafis untuk melakukan olah TKP” jelas Kasat Reskrim
pihaknya pun masih mengidentifikasi baik penyebab kebakaran serta sumber api yang menghanguskan sedikitnya 7 ruang di lantai dua.
“Kronologinya ibunya datang niat ke sekolah untuk isi absen sekolah lalu disusul dengan datangnya pak Wilson tetapi parkir kendaraan setelah dia parkir kendaraan dia melihat ada api itu berasal dari kelas 10 di lantai 2 posisinya berdekatan dengan kantin lalu pak Wilson bergegas untuk mencari apar dan memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan api,”beber Leonardo.
Pihaknya pun belum membeberkan terkait hasil olah TKP serta fakta-fakta dalam olah TKP “Untuk dugaan sementara kita belum bisa pastikan ini apakah karena arus pendek atau apa,” katanya
Kebakaran melanda gedung SMAN 4 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin 20 November 2023 sekira pukul 23.30 Wita.
Amatan TribunGorontalo.com, di lokasi kejadian tampak api sudah membakar gedung belajar di sekolah tersebut.
Kobaran api sangat besar hingga menghanguskan hampir bagian gedung SMA tersebut.
Kondisi terkini bagian lantai dua gedung sekolah tersebut, sebagian besar hangus dilahap sijago merah
Pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api agar tak merembet ke gedung lain dan rumah warga sekitar.
Warga sekitar menyebut api berasal dari lantai dua gedung yang berada di Jalan Brigjen Piola Isa Kel Wonggaditi , Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo tersebut.
Penjaga sekolah, Wilson Katili (53) bahwa dirinya sempat menyaksikan saat api mulai membakar dari gedung belakang.
Ia mengaku sempat melihat api mulai membesar dari sebuah kantin sekolah. Saat itu pukul 21.30 Wita.
Alat pemadam kebakaran api ringan (Apar) yang digunakan Wilson rupanya tidak mempan hingga warga pun dipanggil untuk membantu.
Nahas, api terlanjur 'mengamuk' hingga tidak lagi bisa dikendalikan secara amatir. Damkar pun dihubungi dan tiba pukul 22.30 atau satu jam setelah kebakaran terjadi.
Akibat kebakaran tersebut, tujuh ruangan kelas, dua ruangan perpustakaan, dan satu ruangan laboratorium mengalami kerusakan serius.
Wilson menyatakan bahwa api diduga berasal dari kantin sekolah, namun sumber api belum dapat dipastikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian materil belum dapat diestimasi dengan pasti.
Api berhasil dipadamkan dengan bantuan empat unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit watercanon dari Polda Gorontalo.
Saat ini, situasi di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) telah diamankan dengan pemasangan garis polisi untuk mengurangi akses masyarakat yang melintas di area TKP.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan memastikan langkah-langkah preventif di masa depan. (Praila/Agung)