Kebakaran Sekolah di Gorontalo
Ujian Sudah Dekat, Siswa SMAN 4 Kota Gorontalo Belajar Daring dari Rumah
Usai insiden kebakaran, kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 4 Kota Gorontalo dilanjutkan melalui daring (online).
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMAN-4-Kota-Gorontalo-kebakaran.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Usai insiden kebakaran, kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 4 Kota Gorontalo dilanjutkan melalui daring (online).
Kepala Sekolah SMAN 4 Gorontalo, Syaiful Bialangi, mengatakan mereka meminta para siswa tetap belajar seperti biasa.
“Kami sudah minta petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo terkait dengan siswa untuk kegiatan belajar mengajar secara daring," ujarnya.
"Karena persiapan ujian semester nanti sehingga anak anak tetap diberikan kegiatan belajar mengajar,” imbuhnya.
Terdapat tujuh ruangan mengalami kerusakan serius akibat kebakaran yang terjadi pada Senin malam 20/11.
Ke tujuh ruangan itu antaranya empat ruang belajar, satu perpustakaan, satu laboratorium fisika, dan satu laboratorium biologi.
“Untuk kegiatan daring ini sampai selesai pemeriksaan kepolisian, kemudian kita akan meminta untuk memastikan layak bagunan ini digunakan,” ujarnya.
Adapun bangunan baru tidak terkena dampak kebakaran. Hanya beberapa laboratorium dan perpustakaan kini jadi arang.
“Semua habis termasuk administrasi,” ungkap Kepsek.
Kronologis
Kebakaran melanda gedung SMAN 4 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin 20 November 2023 sekira pukul 23.30 Wita.
Amatan TribunGorontalo.com, di lokasi kejadian tampak api sudah membakar gedung belajar di sekolah tersebut.
Kobaran api sangat besar hingga menghanguskan hampir bagian gedung SMA tersebut.
Kondisi terkini bagian lantai dua gedung sekolah tersebut, sebagian besar hangus dilahap sijago merah
Pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api agar tak merembet ke gedung lain dan rumah warga sekitar.
Warga sekitar menyebut api berasal dari lantai dua gedung yang berada di Jalan Brigjen Piola Isa Kel Wonggaditi , Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo tersebut.
Baca juga: Kebakaran SMAN 4 Kota Gorontalo, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah
10 Ruangan Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa
Otoritas kebakaran Kota Gorontalo mencatat, peristiwa ini menghanguskan 10 ruangan. Gedung kelas kemungkinan tidak bisa digunakan untuk saat ini.
Data yang dihimpun TribunGorontalo.com dari Pemadaman Kebakaran (Damkar), ruangan yang terbakar di antaranya kelas belajar, perpustakaan, dan laboratorium.
Keterangan penjaga sekolah, Wilson Katili (53) bahwa dirinya sempat menyaksikan saat api mulai membakar dari gedung belakang.
Ia mengaku sempat melihat api mulai membesar dari sebuah kantin sekolah. Saat itu pukul 21.30 Wita.
Alat pemadam kebakaran api ringan (Apar) yang digunakan Wilson rupanya tidak mempan hingga warga pun dipanggil untuk membantu.
Nahas, api terlanjur 'mengamuk' hingga tidak lagi bisa dikendalikan secara amatir. Damkar pun dihubungi dan tiba pukul 22.30 atau satu jam setelah kebakaran terjadi.
Akibat kebakaran tersebut, tujuh ruangan kelas, dua ruangan perpustakaan, dan satu ruangan laboratorium mengalami kerusakan serius.
Wilson menyatakan bahwa api diduga berasal dari kantin sekolah, namun sumber api belum dapat dipastikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian materil belum dapat diestimasi dengan pasti.
Api berhasil dipadamkan dengan bantuan empat unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit watercanon dari Polda Gorontalo.
Saat ini, situasi di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) telah diamankan dengan pemasangan garis polisi untuk mengurangi akses masyarakat yang melintas di area TKP.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan memastikan langkah-langkah preventif di masa depan.
(TribunGorontalo.com/Agung)