Kebakaran SMAN 4 Gorontalo
Siswa SMAN 4 Kota Gorontalo Tak Libur Meski Gedung Sekolah Terbakar
Adapun keputusan tak meliburkan siswa ini berkaitan dengan ujian semester. Meliburkan siswa juga menurut dinas pendidikan setempat, tidak bisa dilakuk
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Siswa SMA 4 Gorontalo dipastikan tak libur meski enam ruangan hangus pada peristiwa kebakaran Senin malam (20/11/2023).
Kepala Sekolah SMA 4 Gorontalo, Syaiful Bialangi menjelaskan, siswa terpaksa harus belajar di rumah.
Adapun keputusan tak meliburkan siswa ini berkaitan dengan ujian semester. Meliburkan siswa juga menurut dinas pendidikan setempat, tidak bisa dilakukan.
"Dari Dikbud katanya tidak bisa diliburkan karena mengingat tinggal seminggu mereka akan mengikuti ulangan (ujian semester)," kata Kepala Sekolah SMA 4 Gorontalo, Syaiful Bialangi.
Penilaian akhir semester (UAS) di SMA 4 Gorontalo akan dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2023 mendatang.
Karena itu, pihak sekolah memutuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.
"Kami sudah menyiapkan materi pembelajaran dan soal-soal latihan untuk para siswa," kata Syaiful.
Kronologi Kebakaran
Pada Senin malam, 20 November 2023, terjadi kebakaran di SMA 4 Gorontalo. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WITA.
Kronologi kejadian kebakaran tersebut sebagai berikut:
Pukul 21.00 WITA, penjaga sekolah, Wilson, datang ke sekolah.
Pukul 21.30 WITA, guru kelas, Lia, dan Delim Abas, datang ke sekolah untuk mengisi absensi.
Setelah masuk ke sekolah, Wilson melihat api yang mulai membesar di kantin sekolah.
Wilson langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan berupaya memadamkan api.
Api yang sudah mulai membesar membuat Wilson kesulitan memadamkannya.
Wilson kemudian memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan api dan menghubungi pihak pemadam kebakaran.
Pukul 22.30 WITA, satu unit pemadam kebakaran dari Kota Gorontalo tiba di lokasi kebakaran dan langsung berupaya memadamkan api.
Dua unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Bone Bolango, satu unit pemadam kebakaran dari Provinsi Gorontalo, dan dua unit watercanon dari Polda Gorontalo kemudian tiba di lokasi kebakaran dan membantu memadamkan api.
Api berhasil dipadamkan setelah sekitar dua jam. Akibatnya, enam ruangan di SMA 4 Gorontalo hangus terbakar, yaitu satu ruang perpustakaan, dua ruang laboratorium, dan tiga ruang kelas.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.
Data Kebakaran di Gorontalo
Tercatat sejumlah kebakaran yang mengguncang Gorontalo sepanjang tahun 2023. Data yang dihimpun TribunGorontalo.com melalui Damkar Provinsi Gorontalo, bahwa di bulan September paling banyak insiden kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah.
Data dari Damkar Provinsi Gorontalo mencatatkan setidaknya terdapat 82 kasus kebakaran terjadi selama 2023.
Bulan September menyumbang sebagian besar kejadian tersebut, dengan 32 kebakaran tercatat dalam periode ini.
Kebanyakan kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk dan sebagian di antaranya disebabkan oleh korsleting listrik, pemakaian alat memasak yang kurang hati-hati, dan faktor kelalaian manusia.
Namun dari data yang didapatkan, paling banyak kebakaran Gorontalo terjadi disebabkan oleh korsleting listrik.
Tak hanya itu, kondisi iklim yang kering juga menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi kebakaran.
Pihak Damkar Provinsi Gorontalo bersama instansi terkait lainnya terus melakukan upaya penanggulangan dan sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran.
Mereka mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran dan pentingnya tindakan pencegahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-pagi-hari-di-SMAN-4-Kota-Gorontalo.jpg)