Pemkot Gorontalo
Dianggap Ilegal, Pedagang Pasar Dadakan di Kota Gorontalo Bakal Dialihkan ke Pasar Mingguan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo berencana akan mengoptimalisasi pasar dadakan (ilegal).
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-pedagang-di-depan-rumah-warga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo berencana akan mengoptimalisasi pasar dadakan.
Pasar dadakan ini dianggap ilegal karena didirikan atas inisiatif masyarakat tanpa seizin Diskumperindag Kota Gorontalo.
"Hampir di setiap kelurahan ada pasar-pasar ini," ucap Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Gorontalo, Fanier Doda, kepada TribunGorontalo.com, Senin (20/11/2023).
Para pedagang dari pasar ilegal ini akan dituntun supaya bisa menjual dagangannya di pasar yang telah dikelola Diskumperindag.
Ada Pasar Senin di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo yang berhadapan langsung dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Moodu.
Masyarakat dapat mengunjungi pasar ini dengan dua akses, yaitu di depan RTH Moodu dan juga melewati rute satunya yakni di depan Jl Prof Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Lalu, Pasar Selasa di Kelurahan Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Selain itu, Pasar Rabu dan Sabtu di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Pasar ini tepat di depan Panti Sosial Tresna Werda Ilomata.
Kemudian Pasar Kamis di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Juga Pasar Jumat di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
Baca juga: Pemkot Gorontalo Akan Tertibkan Pasar Dadakan di Jalanan, Lapak Depan Rumah Harus Punya Izin
Ada pula Pasar Sentral di Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Terakhir Pasar Liluwo di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
"Kita sekarang mengoptimalkan pasar-pasar mingguan yang sudah ada untuk kita jadikan beberapa menjadi pasar harian," jelas Fanier.
Tujuan diubah pasar mingguan menjadi pasar harian, yakni untuk menampung pedagang yang selama ini beraktifitas di depan rumah atau tepi jalan raya.
"Utamanya para pedagang dengan komoditi daging, sayur dan rempah-rempah," ucapnya.
Para pedagang akan dibujuk untuk pindah ke pasar harian maupun pasar yang dikelola oleh pemerintah. Apalagi beberapa komoditi memang hanya bisa di perdagangkan di dalam pasar.
"Jadi kita sementara mendata seluruh pedagang yang tiga komoditi tersebut. Kita juga sedang melakukan pembenahan pada pasar-pasar yang dikelola oleh pemerintah Kota Gorontalo," tandasnya.