Kota Gorontalo
Warga Gorontalo Singgung Molornya Proyek Jalan Nani Wartabone: Pusat Kota Harusnya Cepat Rampung
Molornya penyelesaian proyek Jalan Nani Wartabone kembali disindir warga Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jalan-Nani-Wartabone-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Molornya penyelesaian proyek Jalan Nani Wartabone kembali disindir warga Kota Gorontalo.
Emak-emak menyinggung sekaligus mempertanyakan proyek yang dikerjakan sejak Januari 2022 itu.
"Lama sekali ini belum selesai-selesai. Padahal, kendaraan lalu lalang di jalan ini banyak sekali," ujar Mirnawati Suparman kepada TribunGorontalo.com, Selasa (14/11/2023).
Proyek Jalan Nani Wartabone diketahui menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 24 miliar.
Awalnya ditargetkan akan rampung pada Juli 2023, namun hingga saat ini belum ada kejelasan.
Saat ini beberapa spot-spot galian saluran air menganga dan mengeluarkan bau tak sedap membuat warga sekitar resah.
Ramlah Sampole, warga Kota Gorontalo, turut memberikan komentarnya. Bagi Ramlah dinas terkait harusnya lebih cermat dan efisien.
"Jalan di pusat kota begini harusnya lebih cepat rampung," ungkapnya.
Baca juga: Tak Kalah Menarik dari Pantai Kurenai, Tamendao Beach Ramai Dikunjungi Masyarakat Gorontalo
Jalan Nani Wartabone ditargetkan selesai November 2023
Wali Kota Gorontalo Marten Taha menyampaikan proyek jalan Nani Wartabone yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditargetkan rampung pada November 2023.
Marten mengatakan pihaknya telah mendapat ultimatum dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) untuk menyelesaikan proyek tersebut. PT SMI adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan.
"Hingga saat ini, progres pengerjaan jalan Nani Wartabone masih 67 persen. Karenanya, Pemkot Gorontalo akan terus memacu pengerjaannya agar selesai sesuai yang diminta PT SMI," kata Marten saat ditemui di GOR Nani Wartabone, Senin (11/9/2023).
Jika sampai akhir November proyek tersebut belum selesai, maka Pemkot Gorontalo akan membiayai sisa pengerjaannya.
"Kita tidak mampu untuk biayai sendiri, makanya kami harus pacu untuk segera dapat diselesaikan," ujar Marten.
Politisi Partai Golkar itu menyebut, persoalan keuangan dari kontraktor menjadi kendala utama macetnya pengerjaan.
"Kendalanya ya memang dari awal masalahnya kontraktornya tidak ada uang. Kendalanya seret sekali," tegas Marten.
Untuk mencapai target November, Pemkot Gorontalo juga membantu mencari sub kontraktor dan meminta agar kontraktor menambah jumlah pekerja.
"Ya, kami juga sudah minta agar jumlah pekerjanya itu ditambah," pungkasnya.