Senin, 13 April 2026

Infrastruktur Publik

Jalan Rusak di Pohuwato Gorontalo Berdampak pada Konflik Antar Pengendara

Salah satu titik jalan yang rusak parah di Pohuwato adalah di Desa Teratai, Kecamatan Marisa. Jalan itu terpantau pada Sabtu (11/11/2023). 

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jalan Rusak di Pohuwato Gorontalo Berdampak pada Konflik Antar Pengendara
TribunGorontalo.com/Rahman Halid
Jalan rusak di Desa Teratai, Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (11/11/2023). FOTO: Rahman Halid 

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa -- Kerusakan jalan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Selain dapat menghambat mobilitas warga, kerusakan jalan yang terjadi di Pohuwato ini juga berpotensi dapat membahayakan keselamatan pengendara.

Salah satu titik jalan yang rusak parah di Pohuwato adalah di Desa Teratai, Kecamatan Marisa. Jalan itu terpantau pada Sabtu (11/11/2023). 

Jalan yang menjadi akses penghubung antara Kecamatan Sipatana dengan Kecamatan Duhiadaa itu mengalami kerusakan yang cukup parah.

Pantauan TribunGorontalo di lokasi, kerusakan jalan tersebut berupa jalan yang berlubang hingga aspal yang sudah banyak mengelupas.

Jalan rusak yang cukup menganggu pengendara.
Jalan rusak yang cukup menganggu pengendara.

Selain itu, jalanan juga berdebu ketika dilewati. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu aktivitas warga setempat.

Nisa Panigoro, salah seorang warga Desa Teratai, mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung selama enam bulan.

"Sudah berbulan-bulan begini saja tanpa ada perbaikan, kalapun diperbaiki hanya ditimbun menggunakan tanah," ujarnya.

Nisa juga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut berpotensi menimbulkan konflik antar pengendara.

Pasalnya, ketika musim penghujung tiba, jalan berlubang tersebut biasanya tergenang air dan menjadi becek.

Hal ini membuat pengendara saling adu mulut karena cipratan air antar kendaraan mereka.

"Saya sering melihat warga saling adu mulut karena cipratan air antar kendaraan mereka, olehnya untuk mengantisipasi konflik antar pengendara, jalan berlubang ini segera di revitalisasi," pungkasnya.

Ditempat berbeda, Angki Labadjo, Ketua Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Teratai, mengatakan bahwa pihak desa telah sering melakukan himbauan kepada pihak pemerintah terkait.

"Kami beberapa kali berkunjung dan bertemu dengan Pihak pemerintah terkait, jawabannya akan segera diperbaiki," ujarnya.

Namun, hingga saat ini, perbaikan jalan tersebut belum juga dilakukan. Hal ini membuat warga setempat merasa kecewa dan berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved