Budaya Gorontalo
Nilai dalam Seni Beladiri Langga Gorontalo Diadopsi dalam Ilmu Akuntansi UNG
Upaya ini dilakukan dalam forum Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia Nasional (TEMAN) Ke-10 yang dilaksanakan Fakultas Ekonomi UNG, Kami
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Langga-Gorontalo.jpg)
Dispar Gorontalo
Tahun 2014 ada dua yaitu Tumbilotohe (pasang lampu minyak jelang idul fitri) dan Karawo (kain sulaman tangan).
“Untuk tahun 2015 ada Polopalo (alat musik dari bambu) dan Tanggomo (sastra lisan berirama). Sementara untuk tahun 2016 ada Lohidu (pantun yang dilagukan), Tahuli (petuah lisan), Dayango (tarian mistis), Binthe Biluhuta (makanan berbahan dasar jagung) dan Langga (bela diri tradisional),” sebut Ramlah yang juga kakak kandung Gubernur Gorontalo.(*)