Demi Penyelidikan, Kuburan Mahasiswa IAIN Gorontalo Diduga Korban Penganiayaan Akan Digali Polisi
Karena itu, polisi akan melakukan ekshumasi untuk mendapatkan informasi tambahan yang dapat membantu dalam penyelidikan kasus, seperti penyebab kemati
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/69a26e0db6482177992054ee784e6100488a57ecjpegIlustrasi-penggalian-kubur.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebagai upaya penyelidikan, Polres Bone Bolango mengaku akan melakukan ekshumasi kuburan mahasiswa baru (maba) IAIN Gorontalo.
“Rencana kalau tidak ada perubahan hari rabu kamis akan laksanakan giat ekshumasi,” ungkap Iptu Muhammad Ariyanto Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, Jumat (3/11/2023).
Ekshumasi adalah penggalian kubur yang dilakukan demi keadilan oleh pihak berwenang.
Hal ini dilakukan untuk identifikasi forensik, disebabkan oleh proses kematian seseorang yang tidak natural dan dikuburkan sebelum dilakukan autopsi.
Baca juga: RS Ainun Habibie Gorontalo Rayakan HUT ke-10 dengan Bakti Sosial dan Lomba Olahraga
Ekshumasi berkaitan dengan pemeriksaan kembali tubuh mayat yang meninggal dengan proses yang tidak natural.
Diketahui memang, sejak kasus ini diselidik, Kepolisian Polres Bone Bolango hingga kini belum menetapkan tersangka.
“Belum, masih kita kumpulkan alat buktinya, karena tidak sembarangan menetapkan orang sebagai tersangka,” ujar Ariyanto.
Diketahui kepolisian telah melakukan pemeriksaan sejumlah 69 saksi baik dari panitia hingga pihak RS Aloei Saboe.
Baca juga: OJK dan Pemda Maluku Utara Gelar Pengukuhan TPAKD, Dukung Inklusi Keuangan di Daerah
“Kemarin kami sudah naikan sidik,” kata Kasat reskrim Polres Bone Bolango.
Namun pihaknya telah berencana akan melakukan pemeriksaan tubuh korban.
Karena itu, polisi akan melakukan ekshumasi untuk mendapatkan informasi tambahan yang dapat membantu dalam penyelidikan kasus, seperti penyebab kematian, waktu kematian, dan identitas korban.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan.
Mahasiswa tersebut bernama Hasan Saputro Marjono, mahasiswa baru di Fakultas Syariah IAIN Gorontalo.
Korban dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango pada Minggu (1/10/2023)
Dalam pengkaderan tersebut, terdapat beberapa kegiatan yang meliputi latihan ceramah, outbond, dan hiking.
Berdasarkan hasil temuan tim investigasi, Hasan meninggal diduga adanya kekerasan saat kegiatan pengkaderan kampus.
Ketua Tim Investigasi yang dibentuk IAIN Gorontalo, Darwin Botutihe, bahwa pihaknya telah menemukan fakta adanya kekerasan dalam proses pengkaderan yang diikuti oleh korban tersebut.
"Kita sudah mengungkap fakta yang sebenarnya dan kita temukan di antaranya indikasi itu ada (kekerasan)," ungkap Darwin secara singkat, Kamis 12/10/2023.
Selain itu, menurut keterangan kepolisian, Kasatreskrim Polres Bone Bolango, Iptu Muhammad Ariyanto, pihaknya telah menemukan fakta bahwa pengkaderan itu ada dugaan kontak fisik.
"Pertama adanya keterangan tindakan fisik yang kami nilai masih jauh membahayakan," ujar Kasat Reskrim Polres Bone Bolango.
Beberapa fakta lain yang ditemukan adalah adanya kekerasan lain di organ vital, seperti menendang di bagian dada.
"Ada tindakan menendang di bagian dada, ini akan kita dalami, karena ini bagian titik fatal," ujar Iptu Ariyanto.
Selain itu, beberapa keterangan saksi juga menyatakan adanya tindakan kekerasan lain seperti halnya penamparan.
"Beberapa keterangan juga berupa menggampar pake sendal di kegiatan itu dari saksi, itu yang kita akan kembangkan sejauh mana tindakan fisik yang diberikan oleh panitia maupun pelaksanaan di lapangan kemarin," jelas Ariyanto.
Pihaknya pun menuturkan dugaan kematian dari mahasiswa ini pula terkesan ditutupi panitia.
"Kalo tanda tanda kekerasan saat di foto karena memang kejadian ini ditutupi dari pihak kepolisian. Jadi kita dapatnya dari foto, di dapatkan sudah di rumah duka, jadi di foto oleh kakaknya ada bercak di bibirnya," tambahnya. (*)