Danau Limboto Gorontalo
Pulau di Danau Limboto Bakal Jadi Spot Ekowisata Berkonsep Green Tourism
Pulau di tengah Danau Limboto akan menjadi spot ekowisata dengan konsep Green Tourism.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wisatawan-piknik-menikmati-sunset-di-Danau-Limboto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pulau di tengah Danau Limboto akan menjadi spot ekowisata berkonsep Green Tourism.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo, Rita Idrus mendukung pengembangan objek wisata pulau di tengah Danau Limboto.
Green tourism pengembangan sektor wisata menerapkan asas pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Panorama pulau yang memiliki rerumputan hijau nan asri bagi Rita, tidak akan elok lagi jika sudah banyak sampah berserakan.
Salah satu konsep penerapan green tourism, yakni menjaga wisata tersebut bebas dari sampah.
"Apalagi ini di tengah danau. Jadi jika ada pengunjung yang membawa snack atau bungkusan apapun itu, wajib hukumnya untuk di bawah pulang," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (01/11/2023).
Pulau di tengah Danau Limboto merupakan bentukan sedimentasi alam muncul di saat musim kemarau.
Jika musim hujan tiba dan berkepanjangan, pulau akan tenggelam.
"Sehingga bagi kami itu tidak bisa dibuatkan fasilitas permanen," terang Rita.
Baca juga: Pulau di Tengah Danau Limboto Gorontalo, Destinasi Wisata Baru yang Menawan
Saat ini pengembangan wisata tersebut masih dikelola secara mandiri oleh Karang Taruna Desa Pentadio Barat Kabupaten Gorontalo.
Rita mengungkapkan, jika kreativitas dari Karang Taruna Desa Pentadio Barat turut diapresiasi dari Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo.
"Pak bupati tengah mengikuti kursus pemantapan oleh Lemhanas di Singapura. Beliau pastinya sangat mendukung apalagi ini akan membantu pertumbuhan ekonomi daerah," ulas Rita.
Saat ini di pinggiran danau sementara beroperasi alat berat yang tengah melakukan revitalisasi tanggul.
"Di area yang sementara dalam pengerjaan alat berat, Itu sangat potensial untuk pengembangan UMKM," jelasnya.
Saat ini Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menggalakan Wisata Desa Indonesia (WDI).
Rita menyebut jika program itu turut diintruksikan ke seluruh Dinas Pariwisata se-Indonesia.
"Kami sangat mendukung bahkan merekomendasikan tempat itu untuk dikunjungi," tandasnya.