Jumat, 6 Maret 2026

Kematian Mahasiswa Gorontalo

Mahasiswa Tolak Surat Edaran Rektor IAIN Gorontalo soal Ormawa, Dianggap Hanya Keuntungan Sepihak

Aksi demonstrasi kembali dilakukan oleh sejumlah mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo menolak surat edaran rektor, Kamis (19/102023).

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Mahasiswa Tolak Surat Edaran Rektor IAIN Gorontalo soal Ormawa, Dianggap Hanya Keuntungan Sepihak
TribunGorontalo.com
Ormawa demonstrasi di kampus IAIN Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Aksi demonstrasi kembali dilakukan oleh sejumlah mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo menolak surat edaran rektor, Kamis (19/102023).

Surat edaran tersebut merupakan imbas dari kematian salah seorang mahasiswa baru (maba) IAIN Gorontalo saat mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) beberapa pekan lalu.

Namun sejumlah organisasi mahasiswa (ormawa) menilai poin-poin dalam surat tersebut tidak relevan.

"Kami sebagai ormawa tidak diajak untuk diskusi, jadi ini hanya sepihak," ungkap Nandito Hasan Jendlap aksi demonstrasi, Jum'at (20/10/2023).

Dalam surat edaran itu, hanya unit kegiatan khusus (UKK) Pramuka dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Mapala yang diijinkan menggelar kegiatan di luar kampus.

"Sementara kita HMJ/HMPS dilarang. Padahal di tahun-tahun sebelumnya sistem pengkaderan kita selalu diluar kampus. Mengapa nanti sudah ada yang meninggal baru dilarang?" ujarnya.

Menurutnya keputusan tersebut merupakan langkah dari pihak birokrasi untuk menjaga nama baik kampus.

Selain masalah itu lanjut Nandi, hal lain yang menjadi tuntutan dari demonstrasi tersebut adalah masalah bantuan kartu Indonesia pintar (KIP) dan pembangunan gedung fakultas.

Pencairan dana KIP kata Nandi tahun ini mengalami keterlambatan, khususnya mahasiswa angkatan 2021 dan 2023.

IMG-20231020-WA0011

Baca juga: BREAKING NEWS: Maba IAIN Gorontalo Meninggal saat Pengkaderan, Mahasiswa Ancam Mogok Kuliah

"Sebelum perkuliahan dimulai harusnya itu sudah diterima, namun ini sudah jalan pertengahan semester belum juga dicairkan," ungkapnya.

Pihak kampus telah mengklarifikasi hal tersebut melalui wakil rektor satu, namun alasan itu dirasa tidak masuk akal.

"Katanya masalah data. Untuk 2023 mungkin masih bisa diterima karena mereka maba, namun ini yang 2021 bagaimana," tanya Nandi.

Sementara untuk pembangunan gedung di kampus II IAIN Gorontalo, mahasiswa menuntut progresivitas kampus untuk segera menyelesaikan pembangunan gedung tersebut tepat pada waktunya.

"Targetnya Desember, namun ini belum ada tanda-tandanya, jangan sampai akan mangkrak lagi padahal anggarannya besar," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved