Minggu, 15 Maret 2026

Kemarau Gorontalo

Kemarau Panjang Bikin PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo Kesulitan Distribusi Air Bersih

Dampak kemarau yang melanda Gorontalo tidak hanya berdampak pada kesulitan air bersih di masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kemarau Panjang Bikin PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo Kesulitan Distribusi Air Bersih
TribunGorontalo.com/AgungPanto
Pihak PDAM Kota Gorontalo mendistribusi air bersih ke warga Tanjung Kramat yang terdampak kekeringan 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dampak kemarau yang melanda Gorontalo tidak hanya berdampak pada kesulitan air bersih di masyarakat. Hal tersebut juga berimbas pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Tirta Kota Gorontalo.

Dampak kekeringan yang melanda beberapa debit air baku yang masuk ke sumur intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) di beberapa wilayah mengalami kekurangan.

“Keberadaan torang saat musim kemarau itu sumber air baku sudah mengering, baik IPA Botu, Bulotadaa, pokoknya sungai Bone dan Bolango sudah mulai berkurang debit air,” ujar Humas Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo Dedi Kyai Demak kepada TribunGorontalo.com pada Rabu 18/10/2023.

Hal itulah yang menyebabkan pendistribusian air di beberapa wilayah dataran tinggi Kota Gorontalo mengalami perubahan. 

“Sehingga kalau torang mo gas full (distribusi full) beberapa wilayah yang berada di dataran tinggi bakal tidak bisa mendapatkan air,” kata Dedi.

Pihaknya pun menambahkan kebutuhan air sendiri merupakan kebutuhan vital dalam keseharian sehingga pihaknya memberlakukan waktu pendistribusi agar lebih optimal.

“Jadi dari macam pompa distribusi boster Pohe yang melayani dua wilayah Pohe dan Tanjung Kramat itu sudah dibuatkan jadwal untuk pendistribusian air per 4 atau 5 jam, karena kalo mo full samua yang lain tidak kebagian,” tambahnya.

Perumda Muara Tirta pada musim kemarau tetap berupaya melakukan pendistribusian air setiap harinya pada wilayah dataran tinggi hanya pada waktu tertentu.

“Soalnya air yang masuk dengan air keluar, lebih banyak air yang keluar, karena yang masuk itu volumenya itu sedikit, itu Sungai jembatan talumolo (Sungai Bone) itu bahkan kita sudah keruk, sedang sumur juga beberapa kering,” jelas Dedi.

Pihaknya memohon pengertian baik kepada masyarakat untuk memaklumi ditengah kondisi alam saat ini.

Selain itu baik dari perumda muara tirta kota Gorontalo mengerahkan dua mobil tangki guna menjangkau beberapa wilayah yang terdampak musim kemarau.

“Kita pun tetap melakukan pendistribusian air menggunakan mobil mobil tangki di wilayah yang memang terdampak kekeringan bahkan kita pun bersyukur masih bisa membantu beberapa wilayah tetangga kita,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved