Kamis, 12 Maret 2026

PLN Resmikan GHP Pertama di Indonesia, Produksi 51 Ton Hidrogen Hijau per Tahun

GHP ini menggunakan sumber energi 100 persen dari Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area PLTGU Muara Karan

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto PLN Resmikan GHP Pertama di Indonesia, Produksi 51 Ton Hidrogen Hijau per Tahun
TribunGorontalo.com
Green hydrogen (hidrogen hijau) merupakan sumber energi bersih yang hanya mengeluarkan uap air dan tidak meninggalkan residu di udara atau menambah emisi karbon gas rumah kaca. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) meresmikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia pada Senin (9/10).

GHP ini berlokasi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, Pluit, Jakarta.

GHP ini menggunakan sumber energi 100 persen dari Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area PLTGU Muara Karang dan Renewable Energy Certificate (REC) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.

“GHP ini merupakan hasil inovasi PLN dalam menjawab tantangan transisi energi. Era masa depan transportasi tak hanya bergerak ke arah listrik namun juga ke arah hidrogen,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Ghidrogen hijau ini mampu memproduksi 51 ton hidrogen per tahun. Dari total produksi hidrogen 51 ton per tahun, sebesar 43 ton dapat dimanfaatkan untuk 147 mobil menempuh jarak 100 km setiap hari.

“Jika saat ini emisi 10 kilometer kendaraan BBM sebesar 2,4 kg CO2, maka dengan menggunakan green hydrogen yang emisinya 0, artinya bisa menghindarkan emisi sebesar 1.920 ton CO2e per tahun,” ujar Darmawan.

Selain untuk kendaraan, hidrogen ini juga dapat dimanfaatkan pada sektor industri seperti pembuatan baja, produksi beton, serta pembuatan bahan kimia dan pupuk.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan hidrogen hijau merupakan bahan bakar alternatif masa depan.

Hidrogen hijau menjadi salah satu pilar utama dalam transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060.

“Pemerintah komit untuk mengembangkan hidrogen hijau ini dan terus melakukan kajian dan rumusan kebijakan yang lebih komperhensif untuk mendorong hidrogen hijau ini berkembang di Indonesia,” ujar Yudo.

PLN Nusantara Power berencana untuk mereplikasi GHP ini ke pembangkit PLN Nusantara Power yang memiliki hydrogen plant di pulau Jawa. Sehingga potensi yang dihasilkan akan mencapai sekitar 150 ton per tahun. (*)

*ADVERTORIAL
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved