Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

Bantu Biaya Sekolah Adik, Armi Labagu Jualan Risol Mayo usai Lulus dari IAIN Gorontalo

Armi Labagu (22), alumnus Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai (IAIN) Gorontalo berjualan risol mayo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Bantu Biaya Sekolah Adik, Armi Labagu Jualan Risol Mayo usai Lulus dari IAIN Gorontalo
TribunGorontalo.com
Armi Labagu, penjual risol mayo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Armi Labagu (22), alumnus Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai (IAIN) Gorontalo berjualan risol mayo demi membantu perekonomian keluarga.

Armi baru saja lulus dari IAIN Gorontalo. Ia kemarin berkuliah di jurusan Manajemen Pendidikan.

Armi adalah seorang perantau dari Buol, Sulawesi Tengah.

Setelah lulus, Armi mengaku masih ingin tinggal di Gorontalo. 

Sebab, ia masih punya tanggung jawab lain di sini, yakni mengurus dan membantu memenuhi biaya kebutuhan sekolah kedua adiknya.

“Saya masih punya tanggung jawab di sini, adik-adik saya masih sekolah. Mereka butuh biaya tambahan. Jadi untuk sekarang saya memilih berjualan begini,” kata Armi.

Risol mayo yang didagangkan Armi adalah usaha yang dirintis oleh temannya. 

Kata Armi, ia diajak berbisnis bersama, karena temannya iba melihat keadaan ekonomi keluarganya.

Armi mendagangkan risol mayo di taman-taman sekitar kota. Mulai dari Lapangan Taruna Remaja, Taman Kota Gorontalo, hingga Taman Kuliner Kalimadu. 

Setiap pagi, ia dan temannya itu mulai melakukan kegiatan produksi risol mayo. Kemudian, mulai menjualnya saat siang atau sore hari.

Risol mayo mereka dihargai sebesar Rp 10 ribu per porsi. Satu porsinya diisi dua risol mayo.

“Awalnya, risol mayo ini dijual online. Teman-teman yang memesan, nanti akan diantarkan dengan ojek online,” kata Armi.

Namun, banyak dari peminat yang mengaku ongkos kirim dari ojek online lebih mahal dari pada harga risol mayo.

Sejak, saat itu, Armi dan temannya mulai menjajakan dagangannya langsung di taman-taman kota. Mereka juga melayani pemesanan online.

Baca juga: Cerita Ipon Hia, Pemulung Gorontalo yang Berimpian Buka Usaha Sendiri

Kedua adik Armi sementara menempuh pendidikan. Masing-masing di bangku kuliah, dan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan.

Armi terdorong untuk membantu ekonomi keluarganya, sebab Ayahnya di Buol, sudah tidak dalam kondisi prima untuk bekerja mencari nafkah.

Sementara Ibunya, juga punya banyak tanggung jawab di rumah.

“Ayah sakit asam urat, jadi aktivitasnya sudah terbatas, lebih banyak di rumah. Sementara Ibu mengajar mengaji, dan fokus mengurus urursan rumah tangga. Jadi saya yang harus ambil peran untuk biayai adik-adik sekolah,” tutup Armi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved