Kebakaran di Andalas
Tangis Pilu Dea, Korban Kebakaran Rumah di Tapa Gorontalo
Dea, seorang korban rumah kebakaran menangis saat melihat rumah kakek dann nenek yang ditinggalinya terbakar pada Kamis (12/10/2023)
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dea-seorang-korban-rumah-kebakaran-menangis-hhh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dea, seorang korban rumah kebakaran menangis saat melihat rumah kakek dann nenek yang ditinggalinya terbakar pada Kamis (12/10/2023)
Diketahui kebakaran rumah terjadi di Jalan John Ario Katili, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Kamis pagi.
Siswa kelas 6 SDN 69 Kota Tengah, Kota Gorontalo beberapa saat tampak duduk terdiam, sesekali menitikkan air mata melihat rumah neneknya yang hangus terbakar.
Di samping Dea, berdiri teman-temannya yang mencoba menenangkan Dea.
Saat temannya menceritakan barang-barang termasuk sepeda Dea di rumahnya hangus terbakar.
Sontak Dea kembali menundukkan wajahnya, sebab tak mampu membendung air mata.
Dea adalah cucu Risna Hasan, pemilik rumah yang terbakar
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini. Namun, api melahap rumah warga dan isinya, tak lagi ada harta benda yang bisa digunakan.
Rumah tersebut ditinggali 2 kepala keluarga dengan total 9 jiwa.
Kebakaran Rumah
Kebakaran melanda satu rumah yang berada di Jalan John Ario Katili , Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (12/10/2023).
Kebakaran rumah tersebut tepatanya di kompleks SMKN 1 Gorontalo
Berdasarkan live Facebook TribunGorontalo.com, petugas pemadam kebakaran sudah melakukan pemadaman api di lokasi kejadian.
Petugas kebakaran mengalami kesulitan karena rumah tersebut berada di dalam pemukiman sehingga sulitnya akses masuk.
Selang air dari mobil pemadam kebakaran harus lewat atap rumah warga.
Api sudah menghanguskan hampir seisi rumah, tersisa tinggal dinding beton.
Selain itu warga sekitar ikut membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya untuk mencegah api menjalar ke warga lainnya
Tampak pula anggota TNI Polri ikut memadamkan api tersebut.
Menurut keterangan Risna Hasan pemilik rumah api berasal dari bagian depan rumah. "Saya pertama liat asap di bagian depan baru api dari muka samua," katanya
Kebakaran di perkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
"Sekitar jam 9 karena saya ke warung lagi 10 menit jam 9, karena saya masih liat jam," tambahnya
Menurut keterangan dirinya yang hendak kembali di rumah saat itu, tiba tiba melihat kepulan asap berada di bagian depan rumah.
" Asap mengepul saya panggil tetangga, tidak tau api so menyala besar dari dalam," jelasnya
Dirinya yang saat itu pun panik pangsung meminta pertolongan ke beberapa tetangga
Diketahui rumah tersebut ditinggali 2 KK dengan total 9 jiwa. Beruntungaya kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Hanya saja diperkirakan kebakaran tersebut mengalami kerugian materil yang cukup besar.
"Tidak ada yang saya bawa, cuma baju di badan," ungkapnya.
Pihak pemadam kebakaran mengerahkan dua mobil pemadam untuk lakukan pemadaman. Saat ini para petugas kepolisian tengah melakukan indentifikasi guna mengetahui penyebeb kebakaran. (Rafika/Agung)