BNPB Minta Bantuan Gagal Panen Karena Banjir tak Disalurkan ke Korban Kekeringan
BNPB menilai, bahwa bantuan stimulan untuk petan gagal panen akibat banjir tidak relevan disalurkan kepada petani yang gagal panen karena kekeringan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-10-11_Potret-sawah-Desa-Lupoyo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyurati BPBD Provinsi Gorontalo untuk menunda bantuan stimulan gagal panen (Puso) Akibat Bencana Alam Banjir.
BNPB menilai, bahwa bantuan stimulan untuk petan gagal panen akibat banjir tidak relevan disalurkan kepada petani yang gagal panen karena kekeringan.
"Oleh karna itu, arahan kepala BNPB, bantuan gagal panen banjir ditunda," katanya.
Beruntung menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, sejauh ini belum ada petani sawah yang gagal panen akibat kekeringan, Rabu (11/10/2023).
"Untuk saat ini belum ada sawah yang gagal panen," ungkapnya
Sebagai informasi, di beberapa bulan terakhir, wilayah Indonesia dilanda fenomena El Nino.
Termasuk Gorontalo, hampir seluruh wilayah terkena dampak kekeringan.
Akibatnya ratusan hektar sawah milik petani terancam gagal panen.
Pantauan dari Tribungorontalo.com di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, puluhan hektar sawah mengalami kekeringan.
Sepanjang mata memandang, puluhan hektar sawah menguning akibat kurangnya pasokan air.(*)