Human Interest Story
Cerita Pria Kebumen Jualan Pukis, Sebut Gorontalo Lebih Baik Ketimbang Bogor dan Bali
Doni (24), perantau dari Kebumen, Jawa Tengah, yang berjualan kue pukis di Gorontalo. Lapak Kue Pukis Nabila, adalah nama dari Lapak tempat Doni
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pukis-Nabila-cukup-terkenal-di-Kota-Gorontalo.jpg)
Di jawa Tengah, Doni sempat mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah. Namun karena alasan ekonomi, ia tidak dapat melanjutkan pendidikannya.
Tidak putus asa dengan tantangan hidup yang dihadapi, Doni bertekad merantau ke luar daerah. Ia tinggal di rumah bosnya, di Jalan Jeruk Kecamatan Kota tengah, Kota Gorontalo.
Di rumah itu, sepulang kerja ia sejenak beristirahat untuk kemudian bersiap memulai proses produksi kue pukis untuk esok hari.
“Kue ini kami pekerja yang buat langsung. Termasuk membeli bahan-bahannya, juga dengan segala rincian biayanya menjadi tanggung jawab kami,” ujar Doni.
Baginya, itulah proses kerja yang harus dilalui.
“Begitulah prosesnya, saya datang ke sini untuk bekerja, jadi saya jalani dengan semangat,” tambahnya.
Pria yang hobi mendaki ini, mengatakan bahwa Gorontalo punya kesan baik baginya.
“Sejauh saya berjualan di Gorontalo ini, Alhamdulillah aman-aman saja. Tidak ada yang menjahili,” tutupnya.
(TribunGorontalo.com/Rafiqatul)