Kamis, 12 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Marten Taha Jawab Keluhan Pedagang Pasar Sentral Gorontalo tentang Kurangnya Pasokan Air Bersih

Pedagang Pasar Sentral Gorontalo mengalami kesulitan serius akibat kurangnya pasokan air. 

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Marten Taha Jawab Keluhan Pedagang Pasar Sentral Gorontalo tentang Kurangnya Pasokan Air Bersih
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Wali Kota Gorontalo Marten Taha (kiri) saat membahas terkait ketersediaan air bersama Dirut Muara Tirta Kota Gorontalo Lucky Paudi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pedagang Pasar Sentral Gorontalo mengalami kesulitan serius akibat kurangnya pasokan air. 

Para pedagang disebut telah mengeluh kepada pihak berwenang mengenai hal itu.

Kekurangan pasokan air di Pasar Sentral Gorontalo ini telah menjadi masalah yang memengaruhi para pedagang. 

Sebab, mereka kesulitan membersihkan produk dan menjaga kebersihan area lapak.

Demikian dialami Muhammad Dama (32). Pedagang sayur itu melapor ke Pemkot Gorontalo akan ketersediaan air di gedung baru Pasar Sentral Gorontalo.

Muhammad Dama
pedagang sayur bernama Muhammad Dama

Baca juga: Pemkot Gorontalo Salurkan 165 Ton Beras Thailand kepada 16.505 Keluarga

"Sangat sulit air di sini, dua jam sekali baru ada itu air. Kadang satu hari saja tidak ada," keluh Dama saat ditemui TribunGorontalo.com di gedung baru Passr Sentral Gorontalo, Rabu (13/9/2023) kemarin.

Kata Dama, pedagang lain juga mengalami persoalan yang sama seperti dirinya. Namun, Dinas Perdagin Gorontalo hanya menjawab sekenanya.

"Kami sudah konfirmasi ke Dinas. Dan mereka mengatakan tunggu saja," ujar Dama.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, saat ini pihaknya telah mendiskusikan permasalahan tersebut. 

Marten menjelaskan, pasokan air di gedung baru disediakan sebanyak 30 ribu liter tiap hari.

"Dari perhitungan jumlah pedagang yang ada dan hitungan toilet, mushola dan lainnya itu seharusnya cukup," jelas Marten.

Namun begitu, kata Marten, sistem pendistribusian air di Pasar Sentral Gorontalo itu sedikit mengalami kesalahan. Sehingga, ketersediaan air di tempat tersebut tidak mencukupi. 

"Bahkan, setengah hari saja air sudah tidak ada, padahal yang kami sediakan itu sudah cukup. Belum lagi yang ketambahan 7000 liter," imbuhnya.

"Untuk permasalahan air ini sudah kita temukan solusinya. Ada solusi jangka pendek dan panjang," tandasnya. (ADV)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved