Mati Ditembak Polisi

19 Adegan Rekonstruksi Kasus Warga Tenda Ditembak Mati Polisi

Rekonstruksi digelar Kamis siang tadi, sekira pukul 10.05 Wita di Jl Gn Semeru, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

|
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 19 Adegan Rekonstruksi Kasus Warga Tenda Ditembak Mati Polisi
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Reka adegan kasus warga Tenda-Gorontalo ditembak mati usai membacok polisi. FOTO: Wawan Akuba/TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polresta Gorontalo Kota merekonstruksi kasus pelaku pembacokan polisi yang ditembak mati. 

Rekonstruksi digelar Kamis siang tadi, sekira pukul 10.05 Wita di Jl Gn Semeru, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Kelurahan Tenda bernama Muhammad Hasan (MH) meregang nyawa setelah ditembak polisi.

Sebelumnya MH disebut sudah melukai polisi bernama Ariyanto Antuke. Sejumlah luka harus diterima polisi berpangkat Bripka tersebut. 

Dalam rekonstruksi kasus tersebut, pemeran pengganti dari unsur kepolisian serta saksi-saksi yang ada, memperagakan 19 adegan yang dibagi dalam dua kali waktu kejadian. 

Baca juga: Kronologi Warga Tenda Gorontalo Ditembak Mati Personel Polresta

Kejadian pertama 9 adegan. Dimulai dari sejumlah saksi dan 2 polisi yakni Aiptu Renaldi dan Bripka Ariyanto Antuke mendatangi rumah MH pada Jumat (9/9/2023) sekira pukul 19.00 Wita.

Keduanya yang hendak melakukan konfirmasi kepada MH terkait masalahnya dengan tetangga, justru mendapat perlakuan kasar. 

2023-09-14_rekonstruksi kasus polisi tembak warga
Rekonstruksi kasus warga ditembak polisi usai bacok polisi. Potret Muhammad Hasan (MH) tersungkur usai diterjang peluru polisi. FOTO: Wawan Akuba/TribunGorontalo.com

MH menyerang keduanya dengan senjata tajam (sajam). Penyerangan paling 'brutal' dialami oleh Bripka Ariyanto hingga harus dilarikan ke rumah sakit tentara (Kesdim). 

Adegan berikutnya, polisi memperlihatkan bagaimana sajam yang dibawa oleh MH dilayangkan ke arah Ariyanto. 

Dalam adegan-adegan yang diperagakan oleh pemeran pengganti, terlihat bagaimana Ariyanto harus menghindari sabetan sajam dari MH. 

Rekonstruksi berakhir pada adegan ke-9 setelah Ariyanto dan Renaldi melarikan diri karena dianiaya oleh MH. 

Adegan pada kejadian kedua, yakni pada Sabtu dini (9/9/2023) sekira pukul 01.30 Wita.

Dimulai dari depan rumah MH. Polisi bertemu pria paruh baya itu di kawasan rumahnya. 

Pada tahap dua rekonstruksi ini, polisi memperlihatkan bagaimana MH berpapasan dengan sejumlah polisi yang mencarinya. 

Tidak berbeda dengan adegan sebelumnya, kali ini MH tetap melayangkan sajam ke polisi yang saat itu mengantongi senjata api (senpi). 

Pada adegan ke-5 terlihat seorang polisi atau saksi-3 mengacungkan senpi ke arah MH yang saat itu melakukan penyerangan. 

Polisi atau saksi 3 yang saat itu semakin terdesak ke tiang listrik, lalu melepaskan tembakan. Sebelumnya tembakan ke udara sebagai peringatan. 

Tembakan terakhir adalah tembakan yang mengarah ke dada MH hingga tersungkur. 

Meski begitu, adegan ke-6 terlihat MH masih melakukan perlawanan. Meski peluru menembus dadanya, tetapi ia masih mampu menggerakan tangan kiri. 

Polisi yang saat itu ada di lokasi, langsung mengamankan sajam yang dipegang dengan tangan kiri MH. 

Adegan berikutnya, MH meski sudah tersungkur karena mendapat tembakan di dada, diborgol dengan kabel tis oleh polisi. 

Rekonstruksi lalu ditutup dengan adegan sejumlah polisi mengangkat tubuh MH ke mobil untuk dilarsikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).

Adapun rekonstruksi yang berlangsung nyaris sejam itu, dihadiri oleh Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana dan Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonardo Widharta.

Sementara sejumlah warga menyaksikan rangkaian itu dari rumahnya masing-masing. Warga yang melakukan perekaman adegan, dilarang polisi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved