Bayi Dibuang di Gorontalo
Kronologis Pelajar Gorontalo Sebar Hoaks Temukan Bayi dalam Ransel di Sekolah
Kasus penemuan bayi dalam ransel di belakang sekolah akhirnya terungkap. Kepolisian Gorontalo menemukan fakta bahwa saksi kunci yang menyebarkan info
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Personel-Polresta-Gorontalo-Kota-mengunjungi-RS-Otanaha-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kasus penemuan bayi dalam ransel di belakang sekolah akhirnya terungkap.
Kepolisian Gorontalo menemukan fakta bahwa saksi kunci yang menyebarkan informasi bayi dibuang ternyata adalah ibu kandungnya.
Wanita berstatus pelajar itu terpaksa berbohong karena takut ketahuan telah melahirkan anak.
Pelaku memang masih di bawah umur. Dia melahirkan bayinya di indekos.
Sebab panik diketahui orang lain, pelajar ini menyimpan bayinya di lemari pakaian.
Khawatir kondisi bayi, dia pun membawanya ke RS Otanaha.
Namun, saat ditanya identitas ibu kandung, pelajar ini tak ingin perbuatannya diketahui. Dia lantas menyebar hoaks bahwa telah menemukan bayi itu di belakang sekolah di Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Senin (4/9/2023) sekira pukul 22.00 Wita.
Berita itu lantas menyebar seantero Gorontalo.
Kasat reskrim Polresta Gorontalo Kota Kompol Leonardo Widharta mengatakan, rekayasa cerita tercipta karena ibu dari bayi tersebut panik saat teman-teman datang mengunjunginya.
"Kebetulan teman dari ibu ini datang bertamu. Dia ketakutan dengan rasa takut yang ditimbulkan disembunyikan ini anak di dalam lemari," ujar Leo.
Saat itu teman dari ibunya panik melihat kondisi ibu bayi serta beberapa bercak darah.
"Otomatis temannya begitu masuk melihat bercak darah, panik, mereka larikan ke rumah sakit. Di situ mereka karena sudah ketakutan membuat skenario yang mana anak ini ditemukan di dalam sebuah tas ransel," tambahnya.
Demi menutupi kondisi yang sebenarnya terjadi para teman teman dari ibu bayi tersebut merekayasa cerita tersebut.
"Pada faktanya bahwa anak ini ada ditemukan di dalam lemari bersama dengan ibunya," lanjut Leo.
Berbekal informasi dari para saksi, Unit PPA Polresta Gorontalo berhasil mengungkap ibu dari bayi tersebut.