Pemkot Gorontalo
Antisipasi Potensi Badai Elnino, Pemkot Gorontalo Tingkatkan Suplai Beras dan Air Bersih
Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi badai elnino.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-lahan-persawahan-di-Kota-Gorontalo-terkini.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi badai elnino.
Baru-baru ini Pemkot Gorontalo menandatangani kerja sama dengan BULOG dan Pemda Gorontalo Utara.
Menurut Walikota Gorontalo Marten Taha, kerja sama bertujuan meningkatkan suplai beras mengingat Kota Gorontalo bukan daerah penghasil bahan pokok tersebut.
"Kami sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kabupaten Gorontalo Utara sebagai daerah penghasil," kata Marten kepada TribunGorontalo.com, Senin (4/9/2023).
Sementara pihak BULOG akan terus memantau ketersediaan beras dan beberapa bahan pokok lainnya.
Pemkot Gorontalo juga memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Suplai air bersih PDAM Kota Gorontalo disebut terus menipis akibat kurangnya debit air pada musim kemarau.
"Kita akan suplai dengan tangki air bagi warga yang tidak terjangkau air," tambah Marten.
Baca juga: Pemkot Gorontalo Akan Tertibkan Pasar Dadakan di Jalanan, Lapak Depan Rumah Harus Punya Izin
Pemkot juga memikirkan nasib petani dan nelayan di Kota Gorontalo.
Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai untuk kebutuhan irigasi.
"Para petani dan nelayan untuk kebutuhan air kami bantu melalui pengaliran irigasi yang bekerja sama dengan balai sungai," ucap Marten.
Diketahui bersama, kemarau panjang saat ini berlangsung hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau ini akan terjadi pada bulan Juli-Agustus 2023. (*)