Wisata Gorontalo
Warga Gorontalo Diminta Turut Lestarikan Cagar Budaya, Berikut Daftar 5 Cagar Budaya di Gorontalo
Benteng yang dibangun sekitar tahun 1522 ini memiliki pesona tersendiri di mata Masyarakat Gorontalo maupun luar Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di Provinsi Gorontalo terdapat beberapa cagar budaya. Contoh cagar budaya yang sangat familiar di kalangan masyarakat Gorontalo adalah Benteng Otanaha.
Benteng yang dibangun sekitar tahun 1522 ini memiliki pesona tersendiri di mata Masyarakat Gorontalo maupun luar Gorontalo.
Fitrah Aimang, warga Sulawesi Tengah ini terkagum ketika dirinya melihat Benteng Otanaha ini.
"Jauh lebih indah dari yang dibayangkan," ujarnya kepada TribunGorontalo.com
Tak hanya masyarakat Indonesia yang mengagumi kecantikan pemadangan dari Benteng Otanaha ini. Banyak pula turis wisatawan asing yang sengaja dibawa ke objek wisata ini.
Tak hanya Benteng Otanaha yang menjadi cagar budaya di Provinsi Gorontalo.
Ada pula beberapa tempat yang ditetapkan sebagai cagar budaya, seperti kantor pos, kantor pelni, masjid hunto dan lain sebagainya.
Wisatawan lokal maupun mancanegara pasti akan menyambangi salah satu dari beberapa tempat cagar budaya di Gorontalo.
Tak hanya wisatawan, masyarakat setempat pun pasti pernah atau akan menyambangi cagar budaya tersebut.
Rosalina Rambung, fungsional pamong budaya muda Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Gorontalo mengatakan semua masyarakat bisa pergi menunjungi cagar budaya ini.
"Semua orang bisa datang liat-liat cagar budaya di Gorontalo ini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (28/8/2023).
Masyarakat yang datang mengunjungi cagar budaya ini tetap menjaga kelestariannya.
Sebab, bukan hanya Balai Pelestarian Cagar Budaya sendiri yang menjaga kelestarian dari suatu cagar budaya, namun masyarakat juga ikut ambil peran.
"Bukan cuma kami, tapi semua orang berhak untuk melestarikan cagar budaya itu," lanjutnya.
Salah satu bentuk pelestarian cagar budaya adalah dengn menjaga kebersihan di cagar budaya tersebut.n"Jaga kebersihannya aja, jangan buang sampah sembarangan," pintanya.
"Jangan juga merusak cagar budaya tersebut dengan mencoret-coret dindingnya," tandanya.
5 Situs Cagar Budaya di Gorontalo, Bisa Jadi Objek Wisata Sejarah
1. Benteng Otanaha, Orange, dan Emas
Benteng Otanaha, yang terletak di Jalan Usman Isa, Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat Gorontalo, adalah salah satu cagar budaya.
Selain itu, terdapat pula benteng orange dan benteng mas di Kabupaten Gorontalo Utara, yang menjadi saksi bisu masa penjajahan.
2. Masjid Hunto Sultan Amai
Masjid ini terletak di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Ini merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Provinsi Gorontalo oleh Sultan Amai dan menjadi pusat penyebaran Islam di Gorontalo pada masanya.
3. Kantor Pelni
Terletak di Jalan 23 Januari, Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, memiliki arsitektur kolonial Belanda yang khas.
Kantor ini menjadi bagian integral dari sejarah Gorontalo, terutama sebagai saksi proklamasi kemerdekaan Gorontalo pada 23 Januari 1942.
4. Kantor Pos
Kantor Pos Provinsi Gorontalo, yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, menjadi saksi sejarah penting.
Di lokasi ini, pada 23 Januari 1942, Nani Wartabone memproklamirkan kemerdekaan Gorontalo dan mengibarkan bendera merah putih di halaman Kantor Pos.
Sebuah monumen yang masih utuh hingga saat ini didirikan untuk mengenang peristiwa bersejarah ini.
5. Pendaratan Pesawat Amphibi Soekarno
Pendaratan Soekarno di Gorontalo diabadikan sebagai peristiwa bersejarah. Presiden pertama Republik Indonesia (RI) itu mendarat di Gorontalo menggunakan pesawat Amphibi.
Tempat pendaratannya kini jadi cagar budaya, lokasinya di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.
Pendaratan ini terjadi setelah Indonesia merdeka, saat Presiden Soekarno menyambangi Provinsi Gorontalo untuk memastikan keamanan wilayah ini.
Kini, tempat pendaratannya dinamakan sebagai Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno.
Museum diresmikan oleh anak Presiden Soekarno, Megawati Soekarno Putri pada tahun 2002.
Itu dia sejumlah cagar budaya yang merupakan warisan masa lampau Gorontalo.
BPK Provinsi Gorontalo dengan tekun menjaga dan melestarikan cagar budaya ini agar generasi mendatang dapat terus menghargai dan memahami akar budaya mereka.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Balai-Pelestarian-Cagar-Budaya-889989.jpg)