Paskibraka Gorontalo
Aqilah Najwa Tojib Paskibraka Asal Gorontalo Kaget Aturan Karantina di Jakarta
Aqilah Bajwa Tojib merupakan salah satu peserta Paskibraka asal Provinsi Gorontalo mengakui ia kaget dengan sistem karantina yang dilakukan di Jakarta
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Aqillah-Paskibraka-yang-terpilih-tampil-di-Istana-Negara-Jakarta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Aqilah Bajwa Tojib, peserta Paskibraka asal Provinsi Gorontalo mengaku kaget aturan karantina di Jakarta.
Sebetulnya, karantina yang dilakukan oleh para pelatih Paskibraka di setiap daerah sistemnya sama.
Namun, bagi Aqilah yang perdana jauh dari orangtua merasa berat untuk menjalani rutinitas di karantina tersebut.
"Saya belum pernah merasakan yang seperti itu soalnya," ujar Aqilah kepada TribunGorontalo.com, Kamis (24/8/2023).
Aqilah menuturkan, selama menjalanu karantina mereka menginap di dua tempat yang berbeda.
Pertama di Taman Kreasi Indonesia Wiladatama selama dua minggu, lalu di hotel selama seminggu.
Pengalaman Aqilah dimulai sejak dia mengikuti karantina di Wiladatama.
"Bagaimana saya mau mengerti kalau pembahasannya semua tentang politik," kata Aqilah.
Selama di Wiladatama, kata Aqilah, dia menerima materi selama seharian penuh.
Waktu tidur pun yang diberikan oleh pelatih sangatlah kurang.
Baca juga: Junus Buhari Hafid Purna Paskibraka Indonesia Asal Gorontalo Bercita-cita Jadi Presiden RI
Para peserta Paskibraka sejumlah 76 orang hanya diberikan waktu kurang lebih 3-4 jam.
"Selama di sana torang (kami) tidak pernah tidur dengan waktu yang cukup," lanjutnya.
Setelah dari Taman Kreasi Indonesia Wiladatama, ia dan teman-temannya menginap di Hotel.
"Nanti di hotel baru enak sedikit ada tidur," imbuhnya.
Namun, di hotel karantina yang sesungguhnya dia rasakan.
"Mandi dengan ganti baju sama-sama dengan saya pe taman satu kamar, karena waktu yg memang mepet," jelasnya.
Selama di hotel juga mereka sarapan tidak bisa makan sembarangan makanan.
"Di hotel itu lengkap kalau mau bilang sarapannya. Ada sereal ada jus. Tapi torang tidak diperbolehkan sentuh itu," kata Aqilah.
"Torang hanya dikasih makan,"jelas Aqilah.
Aqilah yang awalnya tidak suka dengan makanan yang ada sayurannya. Perlahan melalui karantina tersebut ia mulai menyukai sayuran.
"Ada wortel yang dikasih kuah begitu, itu saya suka," imbuhnya.
Ia pun mengatakan ia sebenarnya saat latihan berlangsung ia menempati posisi pembawa baki.
"Saya biasa main di pembawa baki tim B. Tapi tiba-tiba berubah," ujarnya.
Dia diubah menjadi posisi pasukan 17 pagi.
"Pembawa baki itu presiden yang menunjuk dia langsung," lanjutnya.
Usai pengibaran selesai mereka hanya diberikan jalan-jalan mengunjungi beberapa tempat.
"Cuma di Mabes Polri. Pokoknya tempat-tempat yang nantinya bisa torang masuki," tandasnya. (*)